Dishub Kota Bandung Tertibkan Parkir Liar, Kendaraan di Trotoar Langsung Diangkut

Dishub Kota Bandung menggencarkan penertiban parkir liar yang selama ini marak di trotoar dan badan jalan. Operasi dilakukan bersama aparat kepolisian dan TNI untuk memastikan aturan ditegakkan sebelum proyek perbaikan fisik dimulai.(Dok.Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung mempercepat penataan infrastruktur di sejumlah titik strategis, dimulai dari kawasan Panjunan hingga koridor Jalan Riau. Langkah ini bukan sekadar mempercantik wajah kota, tetapi juga mengembalikan fungsi ruang publik agar lebih ramah bagi pejalan kaki.

Sebagai tahap awal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menggencarkan penertiban parkir liar yang selama ini marak di trotoar dan badan jalan. Operasi dilakukan bersama aparat kepolisian dan TNI untuk memastikan aturan ditegakkan sebelum proyek perbaikan fisik dimulai.

Kepala Seksi Ketertiban Transportasi Dishub Kota Bandung, Ulloh Abdulloh, mengatakan penertiban ini penting agar infrastruktur yang dibangun tidak kembali rusak akibat pelanggaran.

“Di kawasan Panjunan akan dilakukan perbaikan trotoar dan jalan. Maka kendaraan yang parkir di trotoar kami tertibkan terlebih dahulu,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Tak hanya di Panjunan, penertiban juga menyasar sejumlah titik rawan pelanggaran lain, seperti kawasan Gardujati, sepanjang Jalan Riau dari Merdeka hingga Ahmad Yani, serta kawasan Kosambi sampai Simpang Lima Jalan Sunda–Asia Afrika.

Operasi gabungan ini kini digelar rutin, termasuk pada akhir pekan. Petugas menemukan masih banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir sembarangan, bahkan hingga menutup hak pejalan kaki.

Sejumlah sepeda motor yang ditinggal pemiliknya terpaksa diangkut petugas. Sementara kendaraan roda empat langsung ditindak polisi melalui tilang di tempat.

“Parkir di atas trotoar bukan hanya melanggar aturan, tapi juga merusak fasilitas umum. Banyak trotoar jadi rusak dan hancur,” kata Ulloh.

Pemkot Bandung menegaskan, pembenahan infrastruktur harus dibarengi kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik. Tanpa kedisiplinan, upaya penataan kota dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

Dishub pun mengajak warga untuk ikut berperan aktif menjaga ketertiban, termasuk tidak parkir sembarangan dan berani saling mengingatkan.

“Peran masyarakat sangat penting. Tidak hanya petugas, warga juga bisa ikut menjaga agar fasilitas umum tetap terawat,” ujarnya.*

Pos terkait