SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama pembangunan underpass di simpang Jalan Gatot Subroto-Baros. Skema pengalihan arus kendaraan disusun agar mobilitas masyarakat tetap berjalan meski proyek konstruksi berlangsung.
Pembangunan underpass yang menjadi proyek strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu saat ini masih berada pada tahap pelelangan. Namun, Pemerintah Kota Cimahi telah menyusun berbagai langkah teknis guna mendukung kelancaran pelaksanaan proyek yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengatakan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan setelah jadwal pelaksanaan proyek ditetapkan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.
“Pekerjaan akan diawali dengan pembangunan jalan sementara di sisi kanan ruas jalan yang ada saat ini. Tahapan tersebut telah disesuaikan dengan hasil Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdalalin) yang sebelumnya disepakati,” ujar Endang, Kamis (2/7/2026).
Menurut dia, jalan sementara tersebut akan menjadi jalur utama bagi seluruh kendaraan selama pembangunan underpass berlangsung. Meski demikian, akses kendaraan akan dibatasi karena kapasitas jalan tidak sama dengan jalur utama yang ada saat ini.
“Selama tahap awal pembangunan, jalur sementara hanya bisa dilintasi kendaraan berukuran kecil. Adapun truk dan kendaraan besar dari arah utara menuju selatan akan kami arahkan melalui jalur Cimindi maupun Tol Pasirkoja agar tidak mengganggu proses pekerjaan,” kata Endang.
Selain pengalihan kendaraan berat, Dinas Perhubungan Kota Cimahi juga menyiapkan sejumlah rute alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Pengendara yang melaju dari arah utara menuju selatan diimbau menggunakan jalur Flyover Padasuka yang terhubung ke Jalan Sudirman atau memilih rute melalui Cimindi menuju Jalan Mahar Martanegara.
Endang menilai pengaturan tersebut diperlukan karena aktivitas pembangunan berada tepat di kawasan perlintasan kereta api sehingga berpotensi menurunkan kapasitas jalan dan memperlambat arus kendaraan.
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan jalur alternatif karena pekerjaan konstruksi berada di area perlintasan kereta api. Kondisi itu akan berdampak pada berkurangnya kapasitas jalan sehingga potensi perlambatan arus kendaraan tidak bisa dihindari,” ujarnya.*





