BRT Bandung Segera Dibangun, 22 Kecamatan Masuk Wilayah Terdampak

Rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan, World Bank, dan konsultan terkait di Balai Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).(Dok.Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 22 kecamatan di Kota Bandung akan terdampak pembangunan Bus Rapid Transit (BRT). Untuk memastikan masyarakat memahami rencana tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera menggelar sosialisasi secara menyeluruh sebelum proyek dimulai.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan sosialisasi menjadi langkah awal yang penting, terutama pada jalur on-corridor yang berpotensi menimbulkan dampak langsung di lapangan.

“Sosialisasi ini akan dilakukan secara menyeluruh di 22 kecamatan yang terdampak. Kita libatkan masyarakat, mulai dari kelurahan, RT/RW, hingga perwakilan pedagang kaki lima dan pihak lain yang terdampak,” ujar Rasdian dikutip Kamis (16/4/2026).

Rencana pembangunan BRT dibahas pada rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan, World Bank, dan konsultan terkait di Balai Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).

Rasdian menegaskan, pendekatan sosialisasi dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya membahas aspek on-corridor maupun off-corridor, tetapi juga seluruh dampak pembangunan serta langkah penanganannya.

“Jadi bukan hanya membahas off-corridor atau on-corridor saja, tapi seluruhnya kita sampaikan. Termasuk dampak yang mungkin timbul dan bagaimana penanganannya, agar masyarakat memahami secara menyeluruh,” jelasnya.

Wilayah yang paling terdampak berada di sepanjang jalur on-corridor dengan panjang sekitar 21 kilometer. Beberapa kecamatan yang termasuk dalam jalur tersebut antara lain Andir, Regol, dan Sumur Bandung. Dampak terbesar diperkirakan muncul dari pembangunan jalur khusus BRT yang akan dilengkapi separator sebagai pembatas lajur dengan desain yang tidak terlalu tinggi.

Dishub menargetkan sosialisasi mulai dilaksanakan paling lambat akhir April hingga awal Mei 2026. Pemkot Bandung juga memastikan berbagai dampak sosial yang muncul akan menjadi perhatian, termasuk penataan ulang aktivitas di ruang jalan serta penyesuaian bagi pihak-pihak yang terdampak langsung.

Melalui pelibatan masyarakat sejak tahap awal, Pemkot Bandung berharap pembangunan BRT dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal dalam meningkatkan layanan transportasi publik di Kota Bandung.*

Pos terkait