Tiga Orang Masuk IGD RSUD Cikalongwetan, Gegara Terkena Tumpahan Cairan Kimia di Jalan Raya Padalarang – Purwakarta

Salah seorang warga yang mengalami luka pada bagian kepala akibat terkena cairan kimia tengah ditangani di RSUD Cikalongwetan. (Tangkapan layar).**

SATUMEDIA.ID – Tumpahan cairan kimia dari truk tangki yang diduga milik perusahaan bahan kimia CV Yasindo Multi Pratama tumpah ke badan Jalan Raya Padalarang – Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa (24/12/2024) pagi.

Akibat tumpahnya cairan kimia berakibat fatal. Menyebabkan puluhan, bahkan mungkin lebih dari seratus kendaraan yang terkena cairan kimia.

Tak hanya itu, percikan cairan kimia yang mengenai badan orang membuat kulit mengelupas seperti mengalami luka bakar.
Informasi yang dihimpun, sebanyak 3 orang warga masuk IGD RSUD Cikalongwetan akibat mengalami luka cukup parah.

Truk dengan kapasitas tangki 20 ton dengan nomor polisi D 9475 AF meluncur dari arah Purwakarta menuju Padalarang. Cairan kimia berwarna putih tersebut sudah terlihat menetes di dekat Kantor Kecamatan Cikalongwetan.

Namun, kebocoran tangki terus membesar. Akibatnya, membasahi badan jalan yang dilalui truk tersebut .

Celakanya, sejumlah kendaraan dan pengendara yang searah dengan truk pengangkut cairan kimia langsung terdampak. Badan kendaraan menjadi putih dari zat kimia yang menempel, malah banyak yang mengalami mati mesin.

Salah seorang warga, Fauzan (28) mengalami luka pada tangannya akibat terkena cairan kimia. Bentolan itu berubah menjadi hitam seperti luka bakar.

“Saya memang lihat badan jalan basah, dikira air biasa saja. Tapi anehnya mata terasa perih, dan tangan tiba-tiba banyak bentolan,” kata Fauzan (28), warga Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan.

Korban lainnya, Herdi (20) warga Cikubang, Cikalongwetan. Ia hendak berangkat ke tempat kerjanya di kawasan industri Cimindi, Kota Cimahi.

“Sama sekali enggak curiga kalau gerangan di jalan itu zat kimia. Makanya saya terobos saja, tapi anehnya tangan mendadak gatal-gatal setelah terkena cipratan air,” kata Herdi.

Tak lama kemudian, sepeda motor yang dikendarainya tiba-tiba mogok. Setelah diperiksa, ternyata bagian mesin, knalpot , dan velg berubah warna menjadi putih.

Herdi dan beberapa korban melapor ke kantor Unit Laka Polres Cimahi di Cikamuning, Padalarang. Begitupun dengan truk dan sopirnya sudah diamankan petugas.

Terpisah, Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan menyebut cairan kimia yang tumpah di badan jalan sudah ada di badan jalan dekat Kantor Kecamatan Cikalongwetan.

“Bekas cairan putih yang diduga berasal dari truk sudah terlihat di dekat kantor Kecamatan Cikalongwetan. Tapi hanya tetesan, mungkin kebocorannya bertambah besar ketika truk terus melaju ke Padalarang,” kata Dadang.

Salah seorang pegawai kecamatan, kata Dadang, yang hendak berangkat kerja juga mengaku merasakan perih di mata saat melewati badan jalan yang terkena tumpahan zat kimia.

“Kebetulan pegawai kecamatan ini melaju dari arah berlawanan, jadi bukan di belakang truk. Tapi tetap saja merasakan matanya perih, malah sepatunya yang terkena cipratan menjadi bolong,” kata Dadang.

Begitupun mobil pelayanan Kantor Kecamatan Cikalongwetan yang melaju dari arah Padalarang menuju Cikalongwetan, banyak noda putih pada bagian bawah dan badan kendaraan.

“Mogok sih enggak, tapi banyak bercak putih di bodi dan bagian bawah mobil. Kami tidak tahu, apakah bisa hilang atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, cairan kimia yang menimbulkan kehebohan itu merupakan cairan caustic soda liquid NaOH-48% atau dikenal soda api.

Bagian Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) pada DLH Bandung Barat, Adi mengatakan, dari surat jalan pengemudi yang dicocokkan dengan sisa cairan di tangki bahwa zat kimia itu berupa caustic soda liquid atau soda api.

“Untuk membersihkan badan jalan dari tumpahan soda api, kami berkoordinasi dengan Damkar KBB. Kita gunakan detergen yang dicampur air dan disemprotkan dengan mobil damkar,” kata Adi.

DLH akan memanggil pihak perusahaan untuk minta pertanggungjawaban atas kejadian ini.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini,” tukasnya.*

Pos terkait