SATUMEDIA.ID – Penataan Kawasan Alun-alun menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi di awal kepemimpinan Wali Kota Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudhistira.
Rencananya, tiga ruas jalan yang berada di kawasan Alun-alun Cimahi hanya untuk pedestrian atau pejalan kaki. Ketiga ruas jalan tersebut adalah Jalan Kaum, Jalan Ria dan Jalan Sekolahan.
Saat ini, ketiga ruas jalan tersebut sudah dilapisi batu andesit. Namun belum genap sebulan, ada beberapa titik yang amblas dan batu andesitnya patah.
Ia menegaskan, ke depan kawasan Alun-Alun Cimahi juga akan bebas dari pedagang kaki lima (PKL). Pihaknya melakukan pengecekan apakah para PKL tersebut resmi atau tidak.
“Kita sedang melakukan investigasi apakah para PKL itu resmi atau tidak. Ini menjadi bagian dari penataan alun-alun,” tandasnya.
Hanya saja, lanjut Adhitia, pemerintah tidak akan mematikan usaha PKL. Salah satu solusinya dengan melokalisir agar tidak terlalu terpusat di kawasan Alun-alun Cimahi.
“Jujur saja Alun-alun Cimahi sudah crowded (penuh sesak) harusnya disebar ke Jalan Pacinan. Itu kan sepi coba kita ciptakan keramaian di sana. Terus bisa juga ke Jalan Gandawijaya sebagai Central Business District (CBD) atau pusat bisnis lama,” tuturnya.
Menurutnya, bisa saja ke depan UMKM atau PKL di kawasan Alun-alun Cimahi ini dibuatkan konsep culinary night.
“Jika dipakai konsep culinary night, mau gak mau mulai dari pagi hingga siang jangan ada aktivitas berjualan,” tandasnya.
“Warga Cimahi ini butuh tempat healing yang rapi dan bagus di kotanya sendiri. Sehingga, harus ada regulasi lantaran hal ini berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” sambungnya.*





