Disaksikan Langsung Wali Kota Ngatiyana, PKL di Alun-alun Cimahi Bongkar Sendiri Lapak

Pedagang yang memenuhi jalan sekitar Alun-Alun Cimahi membongkar lapak jualannya pada Sabtu (29/3/2025) malam. (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Alun-Alun Kota Cimahi membongkar sendiri lapak miliknya pada Sabtu (29/3/2025) pukul 24.00 WIB.

Pedagang membuka lapak di kawasan Alun-alun Cimahi selama lebih dari dua pekan pada bulan suci Ramadan 1446 Hijriah.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana berserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cimahi memantau langsung proses pembongkaran puluhan lapak PKL.

Pada saat berlangsung pembongkaran, sempat terjadi adu argumen antara pada pedagang dengan orang nomor satu di Kota Cimahi itu. Namun, proses pembongkaran lapak berjalan dengan lancar.

“Sesuai dengan kesepakatan pedagang, malam ini kita melaksanakan penertiban yang ada di Alun-alun Kota Cimahi,” kata Ngatiyana saat ditemui di lokasi.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil audiensi yang dilakukan antara pemerintah dengan para pedagang, mereka sepakat bakal membongkar lapak masing-masing secara mandiri pada 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.

“Alhamdulillah semuanya sudah berjalan karena masyarakat menyadari karena besok persiapan untuk salat Idulfitri. Untuk kepentingan umat muslim yang setiap tahun melaksanakan salat Ied. Jadi lebih mementingkan kepentingan umum dari pada yang lain,” tuturnya.

Ngatiyana pun bersyukur lantaran para PKL di kawasan Alun-alun Cimahi sudah menyadari bakal dilaksanakan salat Idulfitri, sehingga pelaksanaan pembersihan harus dilakukan pada H-1.

“Jadi nanti saat bersih dan sah dalam melaksanakan salat Ied. Alhamdulillah masyarakat melakukan sesuai dengan perjanjian dan ini sudah berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ungkap Ngatiyana, dirinya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sejumlah pihak seperti Pemkot Cimahi, TNI-POLRI, Badan Intelijen Nasional (BIN) dan seluruh stakeholder terkait.

“Terima kasih kepada semua pihak atas upaya penertiban yang dilakukan agar kawasan Alun-alun Cimahi ini benar-benar siap untuk melaksanakan salat Ied,” tandasnya.

Salah seorang pedagang, Yusron mengungkapkan, dirinya berharap bisa menjajakan dagangannya hingga malam takbiran.

“Ketika audiensi saya minta ke Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi, Asisten Daerah dan Kasatpol PP Cimahi dengan memelas agar mengusahakan kami bisa berjualan sampai malam takbiran. Karena memang selama ini sudah biasa seperti itu (sampai takbiran), dan kami langsung membongkar dan membersihkan lokasi berjualan,” kata Yusron yang sudah berdagang sejak 1994.

Ia hanya bisa pasrah ketika tak diizinkan berdagang sampai malam takbiran “Kita mah hanya bisa pasrah dan ngikutin aturan,” lirihnya.*

Pos terkait