SATUMEDIA.ID – DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyayangkan belum terealisasinya janji Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang akan mengangkat tenaga kesehatan teladan tingkat nasional sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Diberitakan sebelumnya, Agus Nurjaman, seorang tenaga honorer kesehatan di KBB menagih janji Menkes Budi Gunadi Sadikin yang akan mengangkatnya sebagai ASN.
Janji itu disampaikan Menkes Budi Gunadi kepada Agus Nurjaman dan tenaga kesehatan lainnya yang menerima penghargaan pada acara Penganugerahan Penghargaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan serta Kader Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2024, Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
“Al-wa’du dainun. Janji itu utang dan utang itu wajib dibayar,” kata Ketua Komisi I DPRD KBB, Sandi Supyandi, Rabu (11/6/2025).
Menurutnya, pengabdian masyarakat yang sudah dijanjikan pemerintah pusat harus dikawal dan diprioritaskan oleh pemerintahan daerah.
“Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB dan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB wajib bertanggung jawab untuk mengawal sampai janji pemerintah pusat ditunaikan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pegawai yang sudah mendapatkan apresiasi dari hasil kinerja/prestasi ini wajib dikawal dan dibantu secara administrasi oleh pemerintah daerah.
“Disinilah salah satu bentuk kehadiran pemerintah daerah, dalam hal ini BKPSDM dan Dinkes. Sekaligus pula sebagai bentuk apresiasi terhadap putra daerah yang sudah mengabdi selama ini. Jangan sampai tutup mata apalagi mempersulit dalam proses administrasi persyaratan dari kata afirmasi,” tuturnya.
Politisi dari Fraksi PKB ini menyarankan, Pemkab Bandung Barat harus memprioritaskan pegawai di lingkungan pemerintahan dari lama pengabdian maupun prestasi yang sudah ditorehkan.
“Pegawai yang berprestasi, apalagi ini di tingkat nasional dan lama mengabdi harus menjadi prioritas untuk diangkat sebagai PPPK ataupun CPNS. Sebagai wakil masyarakat, kami juga akan hadir dan ikut andil dalam menyuarakan menagih janji yang sudah diucapkan,” tandasnya.
Agus Nurjaman menerima Penghargaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan serta Kader Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2024. Pria asal Kecamatan Cihampelas, KBB ini mendapat satu unit sepeda motor, dan oleh Menkes Budi Gunadi serta dijanjikan bagi yang masih berstatus tenaga honorer akan diangkat menjadi ASN.
“Pada saat prosesi penyerahan penghargaan itu, kita mendapat kesempatan beraudensi langsung dengan Wakil Presiden saat itu KH. Ma’ruf Amin dan Menteri Kesehatan berjanji akan mengangkat ASN untuk para teladan yang masih statusnya honorer. Di lain kesempatan, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Sasongko berkelakar di depan para teladan dengan mengumumkan hadiahnya apa, yaitu salah satunya memberikan kesempatan beribadah haji dengan menjadikan petugas kesehatan haji tahun 2025,” tuturnya.
Mendengar hadiah yang disampaikan oleh menteri dan wakil menteri saat itu, Agus terharu, karena negara hadir memberikan apresiasi terhadap ketekunan, keikhlasan dari pengabdian dirinya.
Namun ternyata hadiah tersebut tidak mulus begitu saja, ketika dirinya mengikuti seleksi PPPK hanya diberikan nilai afirmasi 75 poin.
“Saya harus dihadapkan dengan aturan yang menyatakan bahwa prioritas pengangkatan PPPK 2024 ini hanya untuk yang honorer dengan Kategori 2.
Oke, saya memahami sekali bahwa yang Kategori 2 ini layak karena mereka jauh lebih dari saya pengabdiannya,” tuturnya.
“Malah bukan hanya dijanjikan akan diangkat sebagai ASN, tapi juga pendamping haji. Tapi faktanya, sampai hari ini belum terealisasi sama sekali,” keluh pria berusia 38 tahun ini.
Honorer yang bertugas di RSUD Cililin ini sempat menanyakan soal petugas kesehatan haji 2025, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerangkan hanya mengakomodir yang statusnya PNS saja.
“Justru setelah dikonfirmasi untuk tenaga kesehatan haji 2025 ini Kemenkes katanya hanya mengakomodir yang statusnya PNS saja,” sebutnya.
Dirinya hanya bisa berharap agar janji yang disampaikan dapat terealisasi. Meski, demikian, Agus mengaku pasrah karena kebijakanlah yang bisa mewujudkan janji itu.
“Untuk saat ini, baru sepeda motor yang terealisasi. Tapi itu pun, kalau mau di bea balik namakan (BBN) saya harus membayar Rp4,7 juta. Sampai sekarang saya belum BBM kan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai sosok Agus Nurjaman sosok tenaga kesehatan inspiratif hidupnya diabdikan untuk kepentingan masyarakat. Tidak pernah berhitung dengan waktu, tidak pernah merasa rugi dengan pengeluaran uang
“Inilah ciri abdi negara yang teladan. Selamat buat Pak Agus, teruslah memberikan jasa-jasa yang terbaik bagi kepentingan masyarakat. Abdi negara mengabdikan seluruh kehidupannya bagi kepentingan negara” kata Kang Dedi Mulyadi dalam testimoninya.*





