Pemkab Bandung Siap Bangun BLK untuk Perkuat Skill Pekerja Migran ke Jepang

Bupati Dadang Supriatna saat audensi dengan Ketua Asosiasi Pasia Tokyo Jepang Mr. Tomohiro Kunihiro di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Kamis (17/7/2025).(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemkab Bandung memperkuat kerja sama dengan Lembaga  Pelatihan Kerja (LPK) Sekai Mustika dan Asosiasi Pasia Tokyo Jepang dalam penempatan pekerja migran asal Kabupaten Bandung ke Jepang.

Untuk penguatan kerja sama tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, Pemkab Bandung akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) yang disesuaikan dengan kebutuhan di Jepang.

“Kami akan mempersiapkan BLK yang sesuai dengan kebutuhan. Apa yang dibutuhkan perusahaan di Jepang untuk menampung tenaga kerja asal Kabupaten Bandung, nantinya kita mapping. Berapa yang dibutuhkan perusahaan setiap tahunnya, sehingga kami sudah bisa mempersiapkan,” kata Bupati Dadang Supriatna saat audensi dengan Ketua Asosiasi Pasia Tokyo Jepang Mr. Tomohiro Kunihiro di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Kamis (17/7/2025).

“Sekalipun negara lain yang masih membutuhkan, dan saat ini kami sudah bekerja sama dengan negara Korea. Sehingga kami tiap tahunnya mengirimkan ke Jepang dan Korea. Apalagi kita sudah ada tawaran untuk tenaga kerja ke Eropa, dan ini akan disampaikan ke masyarakat Kabupaten Bandung,” sambungnya.

Dadang berharap negara Jepang yang sudah bekerja sama, adanya suatu kepastian kira-kira kebutuhan tenaga kerja migran per tahun berapa orang dan skillnya dibidang apa.

“Terutama kami berharap ada semacam kerja sama untuk pengadaan tenaga migran di bidang nakes (tenaga kesehatan), arsitektur, public relation dan sebagainya. Sehingga skill yang ada di negara kita atau terutama di Kabupaten Bandung ini bisa disalurkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Kang DS berharap dalam mempersiapkan ketahanan pangan, ada komunikasi atau kerja sama dua arah bagaimana cara bertani di Jepang dan bagaimana cara bertani di Indonesia. Sehingga nantinya bisa saling membutuhkan.

Ia mengatakan tenaga kerja migran di Jepang ketika kembali ke Indonesia membuka usaha atau wirausaha.

“Kami dengan sumber daya yang siap dan usia produktif mencapai 56 persen, insya Allah kami bisa mempersiapkan apa yang dibutuhkan oleh negara Jepang,” jelasnya.

Diketahui, Mr. Tomohiro Kunihiro ini membawahi sekitar 60 perusahaan di Jepang. Pada saat itu, kehadiran Mr. Tomohiro Kunihiro dibarengi Pimpinan Sending Organization (SO) Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sekai Mustika Kabupaten Bandung Indra Mustika.

Sebelumnya, Pemkab Bandung sudah lama menjalin kerja sama dengan LPK Sekai Mustika untuk kegiatan magang bagi para calon tenaga kerja migran ke Jepang dan Korea.

“Tentu saat ini, audiensi dan silaturahmi ini lebih meningkatkan kerja sama. Tetapi lebih mengarah kepada kebutuhan tenaga migran sesuai dengan skill, sehingga nanti kedepan LPK Sekai Mustika dengan Mr. Tomohiro Kunihiro akan membuat mapping berapa kebutuhan untuk tenaga migran setiap tahun. Baik itu untuk kebutuhan perawat atau tenaga kesehatan, driver, home industri, kontruksi dan skill-skill lainnya yang perlu disepakati,” tutur Bupati Dadang Supriatna.

Untuk itu, lanjut Bupati Dadang, Pemkab Bandung yang sudah kerja sama dengan LPK Sekai Mustika dan beberapa LPK lainnya, pihaknya akan mempersiapkan anggaran dengan menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).

“Saya ingin jumlah angka pengangguran yang mencapai 6,32 persen atau sekitar 123 ribu orang bisa berkurang pada setiap tahunnya,” harapnya.

Menurutnya, dalam lima tahun ke depan, Pemkab Bandung akan mempersiapkan setiap tahunnya 10.000 wirausaha muda dan lapangan kerja, di antaranya untuk tenaga migran.

“Ini salah satunya bukti konkret untuk bisa diserap dan dimanfaatkan oleh usia produktif. Karena saya yakin orang Indonesia dan orang Kabupaten Bandung punya kemampuan. Yang penting adalah ada kesempatan kerja,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pasia Tokyo Jepang Mr. Tomohiro Kunihiro mengatakan, tenaga kerja migran yang bekerja di Jepang itu, tidak hanya orang Indonesia. Tetapi ada juga orang Vietnam, Kamboja, dan negara lainnya. Sebelumnya, Mr. Tomohiro Kunihiro telah pergi dan melihat para calon tenaga kerja migran di LPK Sekai Mustika.

“Para muridnya sudah dibilang sudah sangat baik. Berharap dari LPK Sekai Mustika bisa lebih banyak lagi mengirimkan tenaga kerja migran ke Jepang, tentunya kami lindungi di sana (Jepang). Karena kalau komunikasi dengan pihak Kabupaten Bandung terlalu jauh, jadi kami sebagai lembaga yang melindungi mereka di sana akan melindungi mereka apabila ada permasalahan. Jadi tidak perlu khawatir. Terima kasih atas kepercayaan dari Bapak Bupati Bandung,” kata Tomohiro.

Tomohiro  mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung dan LPK Sekai Mustika yang sudah bersedia dan menjamu dirinya di tengah kesibukan kerja masing-masing.

Ia berusaha untuk menjembatani pihak perusahaan dengan para pekerja migran Indonesia yang ada di Jepang.

“Kami juga akan melindungi hak-hak mereka (pekerja migran) ketika terjadi permasalahan dengan pihak perusahaan di Jepang dan meluruskan permasalahan yang tidak benar,” ujarnya.

Tomohiro mengungkapkan bahwa menjalin kerja sama dengan LPK Sekai Mustika untuk lebih membuka kesempatan lebih banyak lagi bagi warga Kabupaten Bandung bekerja di Jepang.

Ia berharap tenaga migran yang bekerja di Jepang bisa mengurangi angka pengangguran yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bandung. Selain itu berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia tenaga migran terutama asal Kabupaten Bandung. Perginya tenaga kerja migran ke Jepang bisa memberikan manfaat bagi mereka.

Sementara itu, Pimpinan LPK Sekai Mustika Indra Mustika mengatakan,  setelah bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, LPK Sekai Mustika telah memberangkatkan kurang lebih 1000 pekerja ke Jepang. Di antaranya 731 peserta magang dan sisanya di bidang lainnya. Di antaranya 107 pekerja dari Kabupaten Bandung yang tersebar di seluruh Jepang dan di berbagai jenis pekerjaan.

“Seperti bidang kontruksi, pertanian, pengolahan makanan, industri jahit, industri mesin, logam, perawatan mobil, perawatan lansia, pengecatan, dan industri pembuatan kardus,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa pelaksanaan audiensi ini bertujuan menjalin silaturahmi dengan Bupati Bandung dan mengenalkan perusahaan Asosiasi Pasia Tokyo Jepang yang telah menjalin kerja sama dengan 60 perusahaan yang sudah menerima pemagang lebih dari 1000 orang, di antaranya dari LPK Sekai Mustika.

Indra mengatakan LPK Sekai Mustika ini memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia di era persaingan global yang semakin ketat.

“LPK Sekai Mustika ini untuk mendukung pengurangan angka pengangguran di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bandung. Selain itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap dapat mencetak tenaga kerja yang unggul, kompeten dan siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.*

 

Pos terkait