Mencolok 4 Rumah Kampung Berdiri di Sebelah Bumi Hejo Kota Baru Parahyangan, Ini Kata Pemiliknya

Rumah sederhana milik warga yang masih berdiri kokoh di tengah perumahan mewah Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB. Ada empat rumah yang  lokasinya berada di sebelah Bumi Hejo yang belum dibebaskan, Senin (28/7/2025).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Jalan Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berada di kawasan Kota Baru Parahyangan Diruislag dengan sawah di Kampung Sodong.

Proses ruislag mendapat perhatian Komisi III, DPRD KBB. Ketua Komisi III Pither Tjuandys bersama beberapa anggota lainnya, Bagian Hukum, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB, aparat Kecamatan Padalarang, aparat Desa Kertamulya dan Jayamekar, serta PT Belaputera Intiland selaku pengembang Kota Baru Parahyangan melakukan peninjauan lokasi ruislag pada Senin (28/7/2025).

Lokasi pertama yang ditinjau lahan dan jalan di sebelah Bumi Hejo dan bersebelahan dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Baru Parahyangan.

Lahan yang belum dibebaskan itu berada tepat di tikungan yang cukup mencolok. Di lokasi tersebut, terdapat empat rumah dan jalan desa milik Pemdes Kertajaya yang sudah terpotong jalan utama Kota Baru Parahyangan.

Lokasi perkampungan yang menyisakan 4  rumah tersebut terkepung oleh lingkungan  perumahan nan mewah. Kondisi bangunannya sangat sederhana khas rumah di perkampungan.

Salah satu pemilik rumah, Acep Arifin mengakui proses pembebasan terkendala masalah nilai penggantian. Prosesnya sudah berlangsung selama hampir lima tahun.

“Rumah yang ada di samping Bumi Hejo ini, milik orangtua saya. Luasnya sekitar 120 meter, pihak keluarga sudah siap melepas tapi belum ada kecocokan harga,” kata Acep.

Ia hanya berharap jalan desa yang berada di depan rumahnya tidak ditutup oleh PT Belaputera Intiland sekalipun sudah diruislag.

“Saya hanya meminta selama pembebasan rumah belum tuntas, jalan desa yang diruislag jangan ditutup. Malah kami berharap selesaikan dulu pembebasan rumah baru ruislag,” harapnya.

Community Development Manager PT Belaputera Intiland, Yayat Munajat mengungkapkan dari 4 rumah yang belum dibebaskan sudah 2 rumah yang akan dibuatkan warkah.

“Alhamdulillah, hari ini sudah terjadi deal dengan dua pemilik rumah sekarang sedang dibuatkan warkah. Tinggal menunggu proses pembayaran saja,” sebut Yayat.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengatakan, tinjauan Komisi III sebagai respon dari surat masuk tentang jalan desa yang rusak. Kemudian ditindaklanjuti bersama Dinas PUTR KBB untuk melakukan peninjauan lapangan.

“Di lapangan kami mendapat temuan bahwa jalan desa di Kertajaya dan Jayamekar ini sedang dalam proses ruislag. Sehingga kita membentuk tim dan langsung langsung melakukan peninjauan,” kata Pither.

Diketahui, proses ruislag sudah berlangsung sejak 2021 namun hingga kini belum beres. Pihak Belaputera Intiland ternyata sudah menyiapkan lahan pengganti berupa sawah di dua lokasi.

“Saya katakan (ruislag) harus dilakukan berdasarkan regulasi jadi tidak menabrak aturan. Jadi pada prinsipnya ruislag itu tidak boleh dalam bentuk uang, tapi jalan menjadi sawah. Artinya tanah menjadi tanah,” tandasnya.

Total, sebut Pither, luas bidang tanah yang bakal diruislag itu tanah asal berupa akses Jalan Cipondoh sepanjang 735 meter seluas 3.697 meter² akan diganti oleh pihak PT BPI, yakni tanah sawah di Kampung Sodong (sebagin dari HGB No.130KT) seluas 1.966 m2, tanah sawah di Kampung Sodong (No.bid 812KT) seluas 1.098 m2

“Tanah sawah di Kampung Sodong (No.bid 651KT) seluas 549 m2, tanah sawah di Kampung Sodong (No.bid 814KT) seluas 83 m2 dan tanah untuk Pemakaman Warga RW20 (sebagian dari HGB 26/Bojonghaleuang an. PT BPI) seluas 420 m2,” paparnya.*

Komisi III DPRD KBB bersama Bagian Hukum, dan DPMD KBB meninjau lokasi jalan desa Kertajaya dan Jayamekar, Padalarang yang akan diruislag pada Senin (28/7/2025).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

Pos terkait