Bupati Bandung Dadang Supriatna Apresiasi Kesuksesan Usaha Penjualan Telur Ayam BUMDes Banjaran Wetan

Bupati Dadang Supriatna pada saat menghadiri Festival Seni Budaya Milangkala Hajat Lembur ka-47 di Desa Banjaran Wetan, sekaligus HUT ke-80 RI yang digelar di Lapangan Pasir Piring.(Instagram Prokompim Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan apresiasi khusus kepada BUMDes Banjaran Wetan yang telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa melalui usaha penjualan telur ayam.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Dadang Supriatna pada saat menghadiri
Festival Seni Budaya Milangkala Hajat Lembur ka-47 di Desa Banjaran Wetan, sekaligus HUT ke-80 RI yang digelar di Lapangan Pasir Piring.

Bupati meyakini, kemajuan ini akan memberikan manfaat besar dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat.

“Saya yakin, dengan pengelolaan yang berkelanjutan, produksi telur ini akan memberikan manfaat lebih luas, termasuk mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, serta memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujar bupati dalam unggahan Instagram Prokompim Kabupaten Bandung, Sabtu (16/8/2025).

Bupati yang akrab dipanggil Kang DS ini juga memberikan penghargaan khusus kepada BUMDes Banjaran Wetan yang sukses mengembangkan usaha penjualan telur ayam tersebut.

“Sebuah langkah sederhana namun berdampak besar dalam menggerakkan ekonomi desa. Saya yakin, dengan pengelolaan berkelanjutan, usaha ini akan mendukung program Makan Bergizi Gratis serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Ia menjelaskan berbagai program pelatihan kewirausahaan yang tengah digulirkan pemerintah daerah. Salah satunya adalah pelatihan Make Up Artist (MUA), yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai peluang untuk menambah keterampilan, membuka usaha baru, serta mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi di desa

Pada kesempatan itu, Kang DS juga mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Festival Seni Budaya Milangkala Hajat Lembur. Menurutnya, kegiatan itu
tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni dan budaya lokal, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur serta kebersamaan masyarakat dalam membangun desa.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia yang telah menggelar kegiatan ini. Bagi saya, acara ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian seni budaya lokal serta wujud kebersamaan dalam membangun desa,” pungkasnya.*

Pos terkait