Sungai Cimeta Mengamuk Terjang 24 Rumah dan Memutus Jembatan di Nyalindung

Rumah milik Imas di Kampung Cibarengkok , Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, KBB menjadi yang paling parah diterjang banjir bandang Sungai Cimeta. Banjir merusak perabotan rumah tangga dan mobil miliknya, Rabu (27/3/2024)./DICKY SAIMAN/SATUMEDIA

SATUMEDIA – Sebanyak 24 rumah yang berada dekat bantaran Sungai Cimeta diterjang banjir bandang pada Rabu (27/3/2024) dini hari. Lokasi kejadian di Kampung Cibarengkok, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Selain merusak sejumlah rumah, amukan Sungai Cimeta membuat 1 jembatan terputus dan merusak 2 jembatan.

Derasnya arus sungai merusak sejumlah bangunan yang berdiri di bantaran Sungai Cidadap. Wilayah pemukiman yang terdampak tersebar di RW 13, RW 03 dan RW 14.

Benteng yang baru dibangun Hj Ecin tepat di samping bantaran sungai ambrol tak kuat menahan derasnya air sungai. Pantauan Koran Gala pada Rabu siang, Sungai Cidadap masih berarus deras meski airnya sudah tak mencapai daratan.

“Pas kejadian air sungai meluap hingga membanjiri daratan. Seumur-umur belum pernah melihat Sungai Citarum sampai melebihi jembatan,” kata Ketua RT 01, Ai Rostini di lokasi kejadian.

Akibat derasnya air, sayap jembatan yang terbuat dari besi banyak yang terlepas. Sementara yang masih menempel pada jembatan kondisinya hampir terlepas dan melengkung.

“Bantaran sungai banyak yang terkikis sehingga badan sungai melebar,” ucapnya.

Ia mengungkapkan terdapat 24 rumah yang terdampak. Tak hanya kebanjiran air bercampur lumpur juga ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan.

“Sungai Cimeta pernah beberapa kali meluap, tapi sedasyat sekarang baru kali ini terjadi,” kata Ai Rostini yang merupakan penduduk asli Nyalindung.

Informasi yang dihimpun, banjir bandang yang membawa material lumpur merendam rumah penduduk dengan ketinggian 30-40 centimeter.

Salah seorang warga, Imas (38) mengatakan air dengan cepat masuk ke rumahnya. Beberapa barang elektronik miliknya gagal diselamatkan karena banjir naik dengan cepat.

“Kejadiannya sekitar pukul 02.00 WIB dimana saya dan sekeluarga sedang terlelap tidur. Tiba-tiba terdengar suara ribut di luar. Baru turun dari kasur kaki sudah menginjak genangan air, ternyata rumah kebanjiran,” kata Imas warga setempat.

Ketinggian air di dalam rumahnya mencapai 80 centimeter. Upaya untuk menyelamatkan barang elektronik gagal dilakukan karena banjir cepat naik.

Tak hanya barang elektronik, kasur, sampai mobil juga terendam. Sementara penghuni rumah menyelamatkan diri ke tempat aman.

“Enggak ada yang bisa diselamatkan semua barang terendam seperti , kasur, barang elektronik, mobil juga terendam,,” sebutnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Nyalindung, Asep Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, ada 15 rumah yang rusak. Rata-rata dindingnya jebol akibat diterjang air deras dan membawa sampah serta lumpur.

“Rumah yang terdampak tersebar di 3 RW. Banjir bandang membawa serta lumpur dan sampah,” kata Asep Hidayat.

Menurutnya, imbas banjir sebanyak 30 kelapa keluarga (KK) terpaksa mengungsi . Adapun jembatan terputus karena tergerus arus sungai terletak di Kampung Guha Mulaya RT 02 RW 14.

“Selain satu jembatan putus, dua jebatan lain di Kampung Cibarengkok RW 13 dan Kampung Tonjong RW 02 rusak berat, pondasinya tergerus, tapi masih bisa dilewati cuma sangat rawan,” tukasnya.*

Pos terkait