Bundaran Jati Wajah Baru Cimahi

Bundaran Jati segera ditata ulang bukan hanya untuk memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga agar tampil sebagai ikon baru Kota Cimahi.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Bundaran Jati segera ditata ulang bukan hanya untuk memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga agar tampil sebagai ikon baru Kota Cimahi.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Endang, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah elemen penunjang, mulai dari pembangunan tugu hingga penambahan ornamen khas.

“Rencananya akan dipasang alutsista sebagai simbol Cimahi Kota Militer. Anggarannya akan dimasukkan dalam perubahan APBD,” ujar Endang, Jumat (19/9/2025).

Selain elemen militer, kawasan Bundaran Jati juga akan dipercantik dengan tanaman hias. Penataan tahap awal mencakup pembangunan tugu di tengah bundaran serta penghijauan di area kosong.

“Detail penataan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya, agar kawasan ini benar-benar menjadi wajah baru Cimahi,” tandasnya.

Lalu lintas lancar

Kehadiran Bundaran Jati yang baru rampung dibangun membawa dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jalan Daeng Ardiwinata, dan Jalan Jati, Kota Cimahi.

Titik yang sebelumnya dikenal sebagai simpul kemacetan kini mulai terurai, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Proyek senilai Rp2,24 miliar yang dikerjakan oleh CV Satya Anugrah Mandiri ini bersumber dari APBD Kota Cimahi Tahun 2025.

Djunaedi (42), pengemudi ojek online warga Kelurahan Utama, mengaku merasakan langsung manfaat bundaran tersebut. Menurutnya, perjalanan menjadi lebih singkat dan efisien.

“Setiap hari saya sering mangkal di dekat Pemkot, jadi sering dapat order ke daerah sini. Setelah ada bundaran, waktu perjalanan jadi lebih hemat dan lebih efektif,” kata Djunaedi.

Ia menambahkan, kemacetan yang biasanya muncul pada jam sibuk kini jauh lebih terkendali. “Alhamdulillah, sekarang enggak terlalu macet banget. Biasanya pagi sudah padat, sekarang lebih lancar,” tuturnya.

Meski demikian, Djunaedi menilai masih ada persoalan terkait perilaku pengendara. “Kadang bingung kalau ada yang saling serobot. Harusnya ada lampu merah atau alat peraga lalu lintas biar jelas,” katanya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cimahi, M. Nur Effendi, membenarkan adanya perubahan signifikan setelah bundaran difungsikan. “Pertigaan itu sebelumnya simpul kemacetan. Dengan adanya bundaran, arus lalu lintas lebih lancar,” jelasnya.

Terkait kelengkapan fasilitas, Nur Effendi menyebut pihaknya hanya akan menambah rambu dan penunjuk arah. “Untuk APILL (lampu lalu lintas) diputuskan tidak jadi dipasang,” ungkapnya.*

Pos terkait