SATUMEDIA.ID – Sentra Pengolahan Pangan Bergizi (SPPG) Dapur Makmur Jaya yang menjadi pemicu keracunan ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata mempekerjakan tenaga ahli gizi yang masih berstatus mahasiswa.
SPPG tersebut merupakan pihak yang memproduksi 3.567 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menyebabkan setidaknya 411 siswa di Kecamatan Cipongkor mengalami keracunan pada, Senin (22/9/2025).
SPPG di bawah naungan Yayasan Rajib Putra Barokah ini, mengangkat Iqbal Maulana Akbar tak hanya sebagai ahli gizi sekaligus pula Kepala SPPG Dapur Makmur Jaya.
Sebelumnya, Iqbal kena semprot (marah) Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal. Cucun sengaja mendatangani SPPG Dapur Makmur Jaya yang beralamat
di Kampung Cipari, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor tersebut.
Pengakuan itu disampaikan Iqbal Maulana saat ditanya wartawan “Menunggu sidang akhir,” kata Iqbal saat dihubungi, Sabtu (27/9/2025).
Menu makanan yang dibuat pada saat kejadian terdiri dari ayam kecap, tahu goreng, semangka, dan sayur-sayuran. Namun, ditemukan adanya bulu ayam pada menu ayam kecap.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menegaskan, pihaknya telah menghentikan sementara aktivitas dapur SPPG di Kampung Cipari, Desa Cijambu.
“Dari kasus ini harus jadi perbaikan menyeluruh di SPPG tersebut. Saat ini operasional SPPG tersebut akan disetop sementara,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat mengecek kondisi dapur mengecek langsung dapur SPPG di Kampung Cipari, Selasa (23/9/2025).
Dari hasil pengecekannya, Dadan menyebut sebenarnya kondisi SPPG sudah bagus. Diduga terjadinya keracunan massal akibat keteledoran.
“Dari pengecekan kita tadi, sebenarnya kondisi dapur SPPG sudah bagus, hanya mungkin ada keteledoran,” kata Dadan.*





