SATUMEDIA.ID– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi untuk Kementerian/Lembaga, Masyarakat, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk pendampingan usaha berbasis iptek (PUMI) dengan menyerahkan alat pewarna batik alami kepada UMKM Batik Gending Amarta, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, KBB, Senin (22/9/2025).
Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Driszal Fryantoni, menjelaskan bahwa bantuan teknologi ini merupakan solusi atas kendala yang selama ini dihadapi pengrajin.
“Proses pewarnaan batik secara konvensional membutuhkan waktu lama. Karena itu, kami bersama peneliti BRIN dan Inotek Foundation mengembangkan alat pewarna alami yang lebih efisien,” ujar Driszal dikutip dari rilis BRIN, Kamis (2/10/2025).
Driszal menambahkan, hadirnya teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses produksi, meningkatkan kualitas warna, sekaligus memperkuat daya saing Batik Gending Amarta di pasar.
Sementara itu, Kepala Pusat Layanan UMKM Terpadu (PLUT) Kabupaten Bandung Barat, Dewi Windiani, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak.
“Alat ini tidak hanya memangkas waktu produksi, tetapi juga menghasilkan warna yang lebih pekat, konsisten, dan tentu ramah lingkungan. Harapannya, produksi batik lokal bisa meningkat secara signifikan dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” kata Dewi.
Selain mendukung efisiensi produksi, penggunaan pewarna alami juga menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program kolaborasi BRIN, SETC, dan Inotek Foundation ini diharapkan menjadi contoh sinergi riset, teknologi, dan UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus pelestarian budaya batik.*





