75 Persen Kasus Keracunan MBG di Bandung Barat Diduga Akibat Air Tak Layak Konsumsi

Kepala BGN Dadan Hindayana sempat berbincang dengan beberapa orangtua dan siswa yang mengalami gejala keracunan di Kecamatan Cipongkor, KBB, Selasa (23/9/2025). (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan penyebab kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ia menyebut sekitar 75 persen penyebab kasus tersebut berasal dari penggunaan air bersih yang tidak memenuhi standar.

“Dari hasil kajian awal Kementerian Kesehatan, sekitar 50 persen kasus keracunan makanan disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Namun di Bandung Barat, angkanya bahkan mencapai 75 persen,” ungkap Dadan dalam Rapat Koordinasi SPPG dan Mitra MBG di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Sabtu (1/11/2025) malam.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kajian lebih mendalam masih dilakukan untuk memastikan penyebab utama keracunan yang menimpa lebih dari 2.000 siswa tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, Dadan meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra penyelenggara MBG agar menggunakan air bersih bersertifikat dalam setiap tahap pengolahan makanan, termasuk untuk mencuci bahan mentah dan peralatan dapur.

“Jangan ragu soal biaya operasional. Kebutuhan air bersih akan ditanggung. Yang penting jangan gunakan air mentah, karena E. Coli bisa menular dari situ,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kebiasaan higienis sederhana dalam proses memasak. “Bahkan di rumah, buah yang sudah dikupas pun sebaiknya dicuci lagi dengan air matang. Begitu juga di dapur SPPG,” katanya.

Dadan menekankan, keselamatan anak-anak penerima manfaat MBG adalah prioritas utama. Ia berharap kejadian serupa tidak lagi terulang dan seluruh pihak menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program unggulan nasional tersebut.

“Kita tidak ingin ada lagi anak yang terluka, orang tua yang cemas, atau kepercayaan publik yang terganggu. Pastikan makanan yang disajikan benar-benar sehat, aman, dan bergizi,” tandasnya.*

Pos terkait