Guru Honorer Dibebankan ke APBD Kabupaten Bandung, Kang DS Sampaikan Keberatan ke Kemendikdasmen

Bupati Bandung Dadang Supriatna.(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyoroti sejumlah persoalan strategis di sektor pendidikan, mulai dari kekurangan guru hingga tekanan fiskal akibat turunnya Transfer ke Daerah (TKD).

Kondisi ini, menurutnya, menuntut adanya penyesuaian besar dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

“Dari 1.600 sekolah yang ada di Kabupaten Bandung, jumlah guru kita masih kurang. Ditambah lagi dengan adanya pengurangan TKD yang hampir mencapai Rp1 triliun,” kata Bupati Dadang Supriatna pada Fun Walk HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2025 di Kawasan Wisata Kamojang Kecamatan Ibun, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan Fun Walk dihadiri Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat Akhmad Juhana, Ketua PGRI Kabupaten Bandung Yusup Salim, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah, Kepala Disperkintan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin, Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi,   beserta sejumlah perwakilan  perangkat daerah Kabupaten Bandung lainnya.

Ia menyebut, ditambah lagi pemerintah pusat mengirimkan surat yang menyatakan bahwa seluruh guru honorer dibebankan kepada APBD Kabupaten Bandung. Kang DS menegaskan akan menyampaikan keberatan secara langsung kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

“Jujur, saya akan menolak kebijakan ini. Senin, 24 November 2025, saya akan ke Kemendikdasmen untuk memastikan persoalan ini mendapat perhatian pemerintah pusat,” ujar Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS ini

Menghadapi tekanan anggaran tersebut, Kang DS menyampaikan bahwa APBD 2026 akan mengalami penyesuaian signifikan. Meski begitu, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memperkuat sektor pendidikan.

“Insya Allah saya akan terus melakukan inovasi dan memperhatikan para guru agar mereka tetap berdaya dan mampu mendorong perubahan pendidikan di Kabupaten Bandung,” katanya.

Usai pelantikan kepala sekolah, Kang DS berencana melakukan roadshow ke setiap gugus sekolah untuk memastikan arah pembenahan berjalan konsisten. Ia mengeluarkan instruksi tegas terkait integritas dan profesionalitas.

“Saya titip, jangan ada pungli-pungli-an. Fokus pada pendidikan dan peningkatan kegiatan belajar-mengajar. Kepala sekolah yang disiplin dan berkinerja menonjol akan diberikan reward,” ujarnya.

Bupati juga menambahkan bahwa aspek sanitasi sekolah, termasuk kondisi toilet, akan menjadi salah satu indikator penilaian dalam berbagai perlombaan dan evaluasi.

Selain integritas, Kang DS meminta jajarannya untuk memetakan kebutuhan toilet di seluruh sekolah agar standar sanitasi dapat dipenuhi merata.

“Alhamdulillah, tahun ini Kabupaten Bandung mendapatkan insentif fiskal. Dana ini akan kita arahkan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan sanitasi, terutama yang airnya tidak layak,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa upaya revitalisasi lingkungan pendidikan sudah mulai berjalan dan akan terus diperluas.

Melalui penyesuaian APBD, pembenahan sanitasi, penguatan integritas kepala sekolah, serta advokasi ke pemerintah pusat, Kang DS menegaskan bahwa reformasi pendidikan Kabupaten Bandung tidak boleh berhenti.

“Kita akan terus ikhtiar melakukan perbaikan demi masa depan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.*

Pos terkait