SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi menggelar tes urin bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Senin (24/11/2025).
Pemeriksaan berlangsung di Gedung B Pemkot Cimahi dan dilakukan secara bertahap, dimulai dari ASN di tingkat kelurahan dan kecamatan. Pada hari pertama, hampir 400 pegawai menjalani tes.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turun langsung memantau jalannya pemeriksaan. Ia menegaskan bahwa tes urin bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen Pemkot untuk memastikan seluruh ASN bersih dari penyalahgunaan narkoba.
“Tes urin ini penting untuk menjamin kualitas dan integritas kinerja ASN. Tidak boleh ada pegawai yang terlibat narkoba,” ujar Ngatiyana.
Ia menambahkan, ASN yang tidak hadir pada jadwal pemeriksaan tetap diwajibkan mengikuti tes. Pemkot Cimahi bersama BNN akan menelusuri seluruh ASN hingga pemeriksaan tuntas.
“Misalnya hari ini jadwal 400 orang, hadir 350 orang, sisanya tetap kita kejar. Jika hasilnya kurang memuaskan, pemeriksaan akan diulang sampai jelas apakah yang bersangkutan mengonsumsi narkoba atau tidak,” tegasnya.
Kepala BNN Kota Cimahi, Yulius Amra, mengatakan pemeriksaan ini difokuskan pada upaya deteksi dini dan pemulihan. Menurutnya, tahun lalu seluruh ASN Pemkot Cimahi dinyatakan bebas narkoba, sehingga tes tahun ini menjadi langkah konsisten untuk menjaga lingkungan pemerintahan tetap bersih.
Yulius memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara akurat dan tidak bisa dimanipulasi. Bahkan, kondisi ASN yang sedang menjalani pengobatan tertentu akan dianalisis lebih lanjut agar hasilnya benar-benar valid.
“Jika ditemukan indikasi penggunaan, kami tidak hanya menindak, tetapi juga mengutamakan rehabilitasi sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Melalui tes urin massal ini, Pemkot Cimahi menegaskan komitmennya menciptakan birokrasi yang sehat, bersih, dan bebas dari narkoba.
Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) menyelenggarakan pembinaan rutin kedisiplinan pegawai sebagai upaya memperkuat integritas, kompetensi, dan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan berlangsung di lapangan apel Pemerintah Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi yang sampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa tantangan birokrasi terus meningkat, sementara masyarakat menuntut pelayanan yang semakin cepat, tepat, dan transparan.
Hendra menekankan bahwa inkompetensi pegawai dapat merusak kualitas pelayanan sekaligus menurunkan kepercayaan publik.
Selain itu disampaikan juga bahwa integritas tanpa kompetensi hanya menghasilkan ASN yang jujur tetapi tidak mampu, sementara kompetensi tanpa integritas menghasilkan ASN yang pintar tetapi beresiko. Karena itu, Pemkot Cimahi menekankan pentingnya membangun birokrasi yang berkarakter, profesional, dan siap berubah mengikuti tuntutan zaman.*





