SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat peran ulama di tingkat desa melalui program Kaderisasi Ulama Berbasis Desa. Program yang digelar di Pondok Pesantren Al Huda, Cicalengka, Selasa (30/12/2025). Ini menitikberatkan pada pelatihan pemulasaraan jenazah sebagai kebutuhan mendasar masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, ketersediaan kader pemulasaraan jenazah di desa-desa masih jauh dari ideal, padahal layanan tersebut pasti dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Setiap desa harus siap. Pemulasaraan jenazah bukan urusan segelintir orang, tetapi tanggung jawab bersama, baik laki-laki maupun perempuan,” ujar Kang DS panggilan akrab Bupati Dadang Supriatna saat membuka kegiatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana menjelaskan, secara statistik kebutuhan pemulasaraan jenazah di tingkat desa cukup tinggi. Dari setiap 1.000 penduduk, rata-rata terdapat tiga hingga empat kasus kematian per tahun.
“Jika satu desa berpenduduk sekitar 10.000 jiwa, maka ada 30 sampai 40 jenazah yang harus ditangani setiap tahun. Sementara kader yang memiliki kompetensi masih terbatas. Inilah yang ingin kita jawab melalui program ini,” kata Cakra.
Menurut dia, MUI di tingkat desa memiliki peran strategis untuk memastikan kaderisasi berjalan merata dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan saat membutuhkan layanan pemulasaraan jenazah.
Kang DS menuturkan, gagasan program ini berangkat dari pengalaman pribadinya ketika masih menjadi kepala desa. Saat itu, ia pernah menyaksikan warganya meninggal dunia tanpa kesiapan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar pemakaman.
“Pengalaman itu membuat saya sadar bahwa negara harus hadir sampai ke level paling dasar. Jangan sampai ada warga yang tidak terurus hanya karena keterbatasan,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada November 2025, program Kaderisasi Ulama Berbasis Desa telah diikuti oleh 4.886 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung. Selain pelatihan teknis pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam, peserta juga mendapatkan penguatan pemahaman keagamaan.
Di tengah tantangan penurunan anggaran daerah, Kang DS memastikan komitmen Pemkab Bandung terhadap program keagamaan tetap terjaga.
“Meski dana transfer ke daerah berkurang hampir Rp 1 triliun, kami pastikan insentif guru ngaji dan kegiatan keagamaan tidak dikurangi. Semua ini didukung oleh PAD Kabupaten Bandung,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kang DS juga mengimbau masyarakat agar mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan religius dan reflektif.
“Lebih baik malam tahun baru diisi doa bersama dan ceramah yang menyejukkan daripada kegiatan yang tidak membawa manfaat,” ujar Kang DS.
Roadshow Kaderisasi Ulama Berbasis Desa akan terus dilanjutkan ke sejumlah kecamatan lainnya, setelah sebelumnya digelar di Gedung Ormas Islam dan Pesantren Al Ihsan Baleendah. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dan keagamaan masyarakat hingga ke tingkat desa.*





