SATUMEDIA.ID – Gerakan Masyarakat Madani Indonesia (GMMI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendesak Mendagri Tito Karnavian untuk mencopot Arsan Latif dari jabatannya sebagai Penjabat Bupati Bandung Barat.
Pernyataan itu disampaikan Ketua GMMI KBB, Fajar Taufik melalui sambungan telepon, Rabu (5/6/2024). Dengan penetapan sebagai tersangka dikhawatirkan bisa mengganggu roda pemerintahan apalagi sekarang tengah memasuki tahapan Pilkada 2024.
“Kami mohon kepada Mendagri untuk segera mengganti Arsan Latif. Harus secepatnya, karena saat ini KBB sedang memasuki pesta demokrasi,” kata Fajar Taufik.
Diketahui, Arsan Latif ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat atas dugaan korupsi proyek Pasar Cigasong, Kabupaten Majalengka.
Kasus yang melilitnya saat Arsan masih
sebagai Inspektur IV di Kementerian Dalam Negeri.
Sebelumnya Kejati Jabar telah menetapkan tiga tersangka, yaitu INA, AN dan M pada bulan Maret 2024 lalu.
“Mendagri harus secepatnya menunjuk penjabat baru. Desk Pilkada kan sudah terbentuk, kami istilahkan tidak mau alat kotor memproduksi barang baru. Kami menginginkan saat pemerintahan berjalan di tengah hiruk pikuk Pilkada tidak dibebani masalah hukum,” tuturnya.
Menurutnya, Arsan Latif tidak bisa konsentrasi mengurus pemerintahan manakala sudah berstatus hukum tersangka. Apalagi Kejati Jabar sudah mengeluarkan statemen akan secepatnya melakukan penahanan.
“Jadi sebelum (penahanan) itu terjadi, baiknya Mendagri segera menunjuk penggantinya,” tegasnya.*





