SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota Cimahi menatap tahun 2026 dengan sejumlah agenda strategis yang difokuskan pada penguatan layanan dasar, penataan kota, dan peningkatan konektivitas. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah peresmian Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Sukimun serta dimulainya pembangunan Underpass Gatot Subroto.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, Labkesmas Sukimun akan menjadi penopang penting pelayanan kesehatan masyarakat, sementara proyek underpass diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di kawasan pusat kota.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah provinsi, hingga Kodam. Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Ngatiyana dikutip Senin (5/1/2026).
Selain itu, Pemkot Cimahi juga memprioritaskan penanganan banjir melalui perbaikan dan pendalaman drainase di sejumlah titik rawan genangan. Program tersebut akan dibarengi dengan penataan pedestrian dan trotoar, yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
“Masih dalam proses. Mudah-mudahan semua ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ngatiyana.
Di sektor pendidikan dan tata kota, Pemkot Cimahi merencanakan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru, Puskesmas Melong Tengah, serta penataan estetika kota melalui pembuatan mural di Underpass Sriwijaya. Proyek mural tersebut akan melibatkan seniman lokal sebagai bagian dari penguatan identitas kota.
“Masih banyak yang akan kita lakukan. Mudah-mudahan seluruh perencanaan ini bisa berjalan dengan baik demi kemajuan Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.
Sebelumnya, Pemkot Cimahi menutup tahun 2025 dengan meresmikan sejumlah infrastruktur strategis, termasuk Bundaran Pemkot Cimahi, pada Rabu (31/12/2025) di Plaza Gedung A Pemerintah Kota Cimahi. Peresmian dipimpin langsung oleh Wali Kota Ngatiyana, didampingi Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, jajaran Forkopimda, serta kepala perangkat daerah.
Ngatiyana menyebut, sepanjang hari tersebut pihaknya meresmikan lima lokasi pembangunan strategis yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan infrastruktur.
“Hari ini di penghujung tahun, Pemerintah Kota Cimahi meresmikan pekerjaan strategis daerah, mulai dari UPDRS Cibabat sebagai tempat pengelolaan darah, Puskesmas Cibeureum, revitalisasi SMPN 9 Cimahi, rumah singgah di Kelurahan Cipageran, hingga Bundaran Jati yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan,” ujarnya.
Bundaran Jati dinilai menjadi simpul lalu lintas baru yang penting bagi kawasan sekitar pusat pemerintahan. Ke depan, ruas Jalan Jati Serut juga direncanakan berganti nama menjadi Jalan Sudarna setelah seluruh proses administrasi rampung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi Wilman Sugiansyah menegaskan, pembangunan infrastruktur sepanjang 2025 tidak semata berorientasi pada fisik, melainkan sebagai wujud penerjemahan visi dan misi kepala daerah.
“Pembenahan kota bukan hanya menghamparkan aspal atau menyusun beton, tetapi upaya menerjemahkan visi dan misi Wali Kota untuk meningkatkan daya saing kota dan kualitas hidup warga,” kata Wilman.
Ia menjelaskan, DPUPR memfokuskan pembangunan pada tiga prioritas utama, yakni peningkatan konektivitas jalan, pengendalian banjir melalui penataan drainase, serta pengembangan ruang publik. Seluruh proyek dilaksanakan dengan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.
Rangkaian peresmian di penghujung tahun tersebut menjadi penegasan komitmen Pemkot Cimahi untuk menghadirkan pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan penataan kota yang lebih baik.*





