SATUMEDIA.ID – Pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menunjukkan tren positif selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Jumlah kunjungan wisatawan tercatat meningkat signifikan dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Asep Dendih, melalui Kepala Bidang Pariwisata David Oot, menyampaikan bahwa lonjakan kunjungan menjadi sinyal kebangkitan sektor pariwisata daerah.
“Alhamdulillah, tingkat kunjungan wisatawan ke Bandung Barat pada libur Nataru kali ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar David saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan hasil monitoring Disparbud KBB di 16 destinasi wisata, jumlah wisatawan yang berkunjung selama periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 333.018 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode Nataru sebelumnya yang mencatat 239.293 wisatawan.
“Terjadi penambahan sebanyak 93.725 wisatawan, atau meningkat sekitar 39,2 persen dibandingkan momen Nataru 2024,” kata David.
Menurut dia, peningkatan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari sejumlah faktor pendukung. Di antaranya perbaikan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur jalan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, serta peningkatan kelengkapan amenitas di kawasan wisata.
Selain itu, hadirnya wahana dan atraksi baru di sejumlah destinasi turut menjadi daya tarik wisatawan. Faktor lain yang berperan adalah kolaborasi lintas pemerintah daerah serta kepatuhan pelaku usaha pariwisata terhadap regulasi selama masa libur Nataru.
David menambahkan, pelaksanaan kegiatan wisata selama libur akhir tahun juga mengacu pada Surat Edaran Bupati Bandung Barat Nomor 4961 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan pada Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Pelaku usaha pariwisata dan wisatawan juga semakin siap dalam mitigasi bencana, mengikuti SOP kebencanaan, serta memperhatikan informasi cuaca dari BMKG,” ujarnya.
Tak hanya berdampak pada destinasi wisata, peningkatan kunjungan juga tercermin pada sektor akomodasi. Tingkat keterisian kamar (okupansi) di 12 hotel dan penginapan yang dipantau Disparbud KBB mencapai 69 persen, naik dari 64 persen pada periode Nataru sebelumnya.
“Artinya, okupansi akomodasi meningkat sekitar 5 persen, sejalan dengan naiknya jumlah wisatawan yang datang ke Bandung Barat,” tandasnya.*





