SATUMEDIA.ID – Free Palestine Network (FPN) mengecam keras agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. Serangan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kebijakan imperialisme AS yang terus menimbulkan kehancuran, korban jiwa, serta perampasan sumber daya negara lain.
Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, menyebut agresi AS ke Venezuela sebagai pengulangan dari pola kekerasan yang selama ini dijalankan Washington di berbagai belahan dunia.
“Free Palestine Network mengutuk keras agresi Amerika Serikat terhadap Venezuela. Ini adalah bukti kesekian kalinya brutalitas kebijakan imperialisme AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyatnya, dan menjarah sumber daya alamnya,” ujar Furqan dalam pernyataan tertulis dikutip Selasa (5/1/2026).
Menurut Furqan, tindakan tersebut semakin menegaskan posisi AS sebagai aktor utama di balik berbagai konflik global. Ia menilai jejak intervensi AS dapat ditelusuri di banyak negara sejak Perang Dunia II.
“Agresi ini mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri dan biang kekacauan dunia. Jejaknya terlihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, hingga Palestina. AS telah membunuh lebih dari 20 juta rakyat di 37 negara dan terlibat, langsung maupun tidak langsung, dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sejak 1945,” tegasnya.
Furqan juga menilai agresi militer tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Pasal 1 dan 2 yang menegaskan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas suatu negara.
Atas dasar itu, FPN menyatakan solidaritas penuh kepada Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro. Furqan mengungkapkan, dalam waktu dekat FPN akan menggelar aksi solidaritas di sejumlah kota di Indonesia.
“Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah berani dan tegas guna menghentikan agresi AS serta mengakhiri praktik unilateralisme yang merusak tatanan dunia,” katanya.
Sementara itu, sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan pasukan elite Delta Force AS ke Venezuela pada Sabtu dini hari. Korban tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga warga sipil.
Dalam konferensi pers pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukan AS telah menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump menyatakan pemerintah AS akan mengambil alih kendali Venezuela, termasuk menguasai cadangan minyak negara tersebut yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia.*





