Pelunasan Haji 2026 di Bandung Barat, Baru 75 Jemaah Dipastikan Berangkat

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail didampingi Wakil Bupati Asep Ismail menyalami calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 17 JKS Embarkasi Haji Bekasi sebelum  diberangkatkan dari Pusdikkav Padalarang, Kamis (8/5/2025). (Dok. Prokompim Setda KBB).**

SATUMEDIA.ID – Proses pelunasan biaya ibadah haji 2026 di Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih setengah jalan. Dari total kuota 168 calon jemaah haji yang diterima daerah ini, baru 75 orang yang dipastikan berangkat ke Tanah Suci setelah memenuhi syarat istithaah dan melunasi biaya haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bandung Barat Enjah Sugiarto mengatakan, hingga batas pelunasan tahap awal pada 9 Januari 2026, jumlah calon jemaah yang telah melunasi pembayaran baru mencapai sekitar 53 persen.

“Total yang melunasi ada 93 orang termasuk kuota cadangan. Yang sudah fiks berangkat 75 orang, terdiri dari 74 jemaah non-cadangan dan satu pembimbing KBIHU,” ujar Enjah, Jumat (16/1/2026).

Tahun ini, kuota haji Bandung Barat terdiri atas 105 jemaah sesuai urut porsi dan 63 jemaah prioritas lansia. Sementara itu, besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 ditetapkan sebesar Rp91.774.481. Dari jumlah tersebut, jemaah menanggung Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp58.559.022, sedangkan sisanya berasal dari nilai manfaat.

Enjah mengungkapkan, rendahnya tingkat pelunasan dipengaruhi sejumlah faktor. Sebagian jemaah memilih menunda keberangkatan karena alasan ekonomi, menunggu mahram, atau memiliki kepentingan keluarga. Ada pula jemaah prioritas lansia yang meninggal dunia atau mengalami gangguan kesehatan.

“Bahkan ada yang secara ekonomi siap melunasi, tetapi tidak lolos istithaah kesehatan,” kata Enjah.

Untuk mengoptimalkan kuota, Kemenhaj KBB telah mengusulkan perpanjangan masa pelunasan kepada Kemenhaj melalui Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diharapkan membuka peluang bagi calon jemaah lain agar dapat berangkat tahun ini.

Namun, apabila hingga batas akhir pelunasan masih terdapat kuota kosong, sisa kuota tersebut akan dialihkan ke kabupaten/kota lain di Jawa Barat melalui mekanisme jemaah cadangan.

“Sisa kuota dari urut porsi dan prioritas lansia yang tidak melunasi akan digantikan oleh jemaah cadangan sesuai nomor urut Jawa Barat,” ujarnya.

Jumlah jemaah haji Bandung Barat pada 2026 ini merosot tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, sebanyak 1.225 jemaah asal KBB diberangkatkan ke Tanah Suci. Padahal, awalnya KBB dijadwalkan memberangkatkan 1.066 jemaah tahun ini sebelum adanya perubahan kebijakan penetapan kuota berbasis provinsi.

Selain proses pelunasan, Kemenhaj KBB juga tengah mempersiapkan tahapan administratif keberangkatan, mulai dari perekaman bio visa, penyelesaian paspor berbasis Machine Readable Travel Document (MRTD), hingga penyusunan manifest jemaah.

“Kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk persiapan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji 1447 Hijriah,” kata Enjah.*

Pos terkait