SATUMEDIA.ID – Kekayaan hayati Indonesia kembali bertambah. Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengungkap 51 spesies baru sepanjang tahun 2025, dengan 49 di antaranya berasal dari Indonesia.
Selain dari Tanah Air, temuan tersebut juga mencakup satu spesies mikroalga dari Kaledonia Baru dan satu spesies krustasea dari Vietnam. Seluruh hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah internasional bereputasi dan menjadi rujukan penting bagi pengembangan riset biosistematika.
Spesies-spesies baru itu berasal dari beragam kelompok organisme, mulai dari serangga, ikan, amfibi, reptil, moluska, hingga tumbuhan berbunga dan anggrek. Spesimen dikumpulkan dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Dari sisi flora, peneliti BRIN mengidentifikasi 16 spesies baru, di antaranya Chiloschista tjiasmantoi, Homalomena belitungensis, Begonia elegantifolia, Syzygium halmaherense, hingga Dendrobium siculiforme. Penemuan ini memperkaya data tumbuhan endemik Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang tertinggi di dunia.
Sementara itu, 32 spesies fauna baru juga berhasil diungkap, mencakup berbagai kelompok, seperti amfibi, reptil, ikan, serangga, hingga mamalia kecil. Beberapa di antaranya adalah Rhacophorus boeadii, Cyrtodactylus pecelmadiun, Limnonectes nusantara, Bathynomus vaderi, Betta mulyadi, hingga Rattus radityaniae.
Tak hanya flora dan fauna, peneliti juga menemukan tiga spesies mikroba baru, yakni Morchella rinjaniensis, Peterkaempfera podocarpi, dan Haslea berepwari.
Sebagian besar spesies yang ditemukan merupakan endemik, yang hanya hidup di lokasi tertentu. Kondisi ini menjadikan temuan tersebut bernilai strategis bagi upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati nasional.
Kepala PRBE BRIN, Arif Nurkanto, mengatakan bahwa Indonesia masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap oleh ilmu pengetahuan.
“Puluhan temuan spesies baru flora, fauna, dan mikroba sepanjang 2025 membuka cakrawala tentang pentingnya riset, ekspedisi, dan konservasi sumber daya hayati. Di tengah laju kepunahan yang berpacu dengan waktu, penemuan ilmiah menjadi harapan agar kekayaan alam tidak hilang sebelum sempat dikenal,” ujar Arif.
Dengan capaian penemuan 51 spesies baru dalam satu tahun, BRIN menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.*





