SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong penguatan legalitas paguron pencak silat hingga tingkat akar rumput sebagai upaya memperkokoh fondasi organisasi sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.
Hal itu disampaikannya saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di Aula Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Selasa (10/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dadang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat keberadaan paguron hingga tingkat akar rumput.
Ia juga menginstruksikan Dinas Kebudayaan untuk memfasilitasi proses legalitas paguron agar memiliki struktur organisasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Saya juga menginstruksikan Dinas Kebudayaan untuk memfasilitasi legalitas paguron di tingkat akar rumput agar fondasi organisasi semakin kuat,” ujar Dadang dalam akun Instagramnya.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan pembinaan pencak silat berjalan lebih terarah dan profesional.
Ia menegaskan bahwa PPSI memiliki peran strategis sebagai ikon seni budaya daerah yang kini semakin relevan, terutama setelah pencak silat ditetapkan sebagai muatan lokal wajib di sekolah-sekolah se-Kabupaten Bandung. Kebijakan tersebut dinilai menjadi upaya konkret dalam menanamkan nilai budaya, disiplin, serta karakter kepada generasi muda.
Selain itu, Dadang berharap kepemimpinan baru hasil Konferda mampu menjaga soliditas organisasi di bawah koordinasi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi), sekaligus memperluas peran pencak silat sebagai kebanggaan daerah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewujudkan visi Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan.
Konferda PPSI kali ini dihadiri jajaran PPSI Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kodim 0624, serta pengurus kecamatan se-Kabupaten Bandung. Selain menjadi ajang estafet kepemimpinan, forum tersebut juga menjadi ruang konsolidasi dan silaturahmi guna memperkuat peran PPSI sebagai wadah pelestarian budaya yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.*





