Farhan Dorong Event dan Mobilitas Wisatawan, Pariwisata Bandung Ditargetkan Pulih dengan Pertumbuhan hingga 6 Persen

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjadi keynote speaker dalam Transformation MVB Indonesia Sustainability Forum di Artotel Suites Aquila Bandung, Kamis (12/2/2026).(Dok.Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan strategi pemulihan sektor pariwisata setelah sempat terpukul pada awal 2025. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, penguatan mobilitas wisatawan melalui penyelenggaraan event menjadi kunci untuk menghidupkan kembali ekonomi kota.

Farhan menyampaikan hal tersebut saat menjadi keynote speaker dalam Transformation MVB Indonesia Sustainability Forum di Artotel Suites Aquila Bandung, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan pengetatan anggaran kegiatan dan perjalanan dinas pemerintah pada awal 2025 berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata, terutama industri hotel dan restoran yang selama ini bergantung pada kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

Akibatnya, tingkat hunian hotel yang biasanya berada di kisaran 50–60 persen sempat merosot hingga rata-rata 30 persen selama beberapa bulan.

“Potensi industri pariwisata kita sempat turun hingga tinggal sekitar 38 persen. Ini menjadi tantangan besar yang harus segera direspons,” ujar Farhan.

Namun, momentum pemulihan mulai terlihat setelah periode Lebaran 2025. Sejak saat itu, Pemkot Bandung menggenjot berbagai strategi berbasis mobilitas wisatawan, termasuk penyelenggaraan event secara masif.

Sepanjang 2025, Kota Bandung tercatat menjadi tuan rumah sekitar 260 event lokal hingga nasional yang diharapkan mampu meningkatkan pergerakan wisatawan.

“Mobilitas adalah kunci. Ketika orang datang dan bergerak, sektor pariwisata ikut hidup,” katanya.

Sebagai stimulus, Pemkot Bandung juga memberikan insentif berupa diskon pajak hiburan PB1 hingga 50 persen bagi event yang dinilai mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar.

Selain event seni dan hiburan, momentum kemenangan Persib Bandung turut memberikan efek ekonomi signifikan. Perayaan juara yang berlangsung hampir tiga pekan disebut memicu lonjakan kunjungan wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor kuliner, perhotelan, hingga ritel.

Event olahraga berskala nasional seperti Pocari Sweat Run juga menjadi strategi menarik wisatawan. Pemkot bahkan mendorong durasi acara diperpanjang menjadi dua hari agar wisatawan tinggal lebih lama di Bandung.

Berdasarkan data mobilitas Telkomsel, sekitar 10 persen dari total 19.000 peserta Pocari Run 2025 berasal dari Jakarta Selatan, segmen wisatawan dengan daya beli tinggi yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi berantai.

Farhan menyebut, meningkatnya aktivitas wisata diyakini dapat memperkuat iklim investasi di Kota Bandung.

“Ketika pariwisata hidup, tradisi kunjungan terbentuk. Dari situ muncul keramaian yang akhirnya menarik investasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan strategi tersebut, Pemkot Bandung optimistis pertumbuhan ekonomi kota dapat kembali berada di kisaran 5,7 hingga 6 persen.*

Pos terkait