SATUMEDIA.ID – Ratusan ton sampah yang berasal dari Sungai Citarum, Kecamatan Batujajar dan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuang ke TPA Sarimukti.
Diperkirakan sampah yang harus dibuang ke Sarimukti mencapai 200 ton lebih. Didominasi sampah plastik dan gulma eceng gondok.
Hamparan sampah yang menutup permukaan air sekitar 3 kilometer dan lebar 60 meter. Jika dari atas atau ketinggian akan terlihat seperti pulau.
Koordinator Pengelola TPA Sarimukti, Zidni Ilman, mengatakan, pihaknya memfasilitasi semua sampah yang diangkut dari Sungai Citarum. Pasalnya, sampah-sampah tersebut berasal dari Bandung Raya.
“Semua sampah dari Sungai Citarum dibuang ke Sarimukti. Seberapa pun jumlahnya pasti akan kami tampung,” kata Zidni Ilman, Kamis (13/6/2024).
Namun, lanjutnya, sampah dari Sungai Citarum akan dibuang secara bertahap setiap hari. Mengingat TPA Sarimukti merupakan lokasi penampungan sampah dari wilayah Bandung Raya, seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, KBB, dan Kabupaten Bandung.
“Karena itulah dicicil, misalnya dua truk atau lebih per hari dan kemungkinan tidak akan dibatasi,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Aji menegaskan,
sampah yang diangkut dari Sungai Citarum mesti dibersihkan dalam kurun waktu seminggu. Seluruh sampah akan dibuang ke TPA Sarimukti.
“Untuk sampah plastik atau non organik bisa dibuang ke TPA Sarimukti. Sementara untuk eceng gondoknya karena termasuk sampah organik akan diolah beberapa pegiat lingkungan untuk dijadikan kerajinan,” Ibrahim.
Ia menegaskan, sampah yang diangkut dari Sungai Citarum dan dibuang ke TPA Sarimukti tidak akan mengurangi kuota ritase KBB.
“Waktu kemarin saya sampaikan ke ke bu Kadis LH Jabar agar sampah dari Citarum ini jangan sampai mengurangi jatah ritase KBB. Mengingat sampahnya bukan berasal dari KBB, tapi terbawa arus dari daerah hulu seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung juga Cimahi,” tandasnya.*





