BRIN Temukan Spesies Baru Keong Darat di Karst Sumatera

Keong darat yang ditemukan di kawasan karst Sumatera Selatan.(Dok.BRIN).**

SATUMEDIA.ID – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengungkap kekayaan biodiversitas Indonesia dengan mendeskripsikan satu spesies baru keong darat yang ditemukan di kawasan karst Sumatera Selatan.

Spesies tersebut diberi nama Chamalycaeus dayangmerindu dan dideskripsikan oleh peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Ayu Savitri Nurinsiyah bersama tim kolaborator. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional ZooKeys pada 2026.

Penemuan ini merupakan hasil riset panjang yang dimulai sejak 2021. Saat itu, tim melakukan pengambilan sampel dalam ekspedisi karakterisasi kawasan ekosistem esensial karst di Sumatera. Proses penelitian kemudian berlanjut dengan telaah taksonomi melalui pengamatan morfologi cangkang serta pembandingan dengan koleksi ilmiah hingga 2025, sebelum akhirnya dipublikasikan.

Ayu menjelaskan, proses penemuan hingga pengakuan spesies baru bukanlah hal instan. Sebuah spesies harus melalui tahapan ilmiah yang ketat, mulai dari analisis morfologi, anatomi, hingga genetika, serta komparasi dengan spesies yang telah dikenal. Temuan tersebut juga harus melewati proses penelaahan sejawat (peer review) oleh para ahli dunia.

“Perjalanan panjang pengungkapan keanekaragaman hayati sudah menjadi jejak langkah setiap taksonom, mulai dari eksplorasi lapangan hingga pengakuan internasional. Meski penuh tantangan, setiap prosesnya bermakna dan bermanfaat,” ujar Ayu dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (18/3/2026).

Saat ini, Chamalycaeus dayangmerindu baru diketahui hidup di kawasan karst Padang Bindu, Sumatera Selatan. Sebaran yang sangat terbatas membuat spesies ini rentan terhadap ancaman perubahan lingkungan, seperti alih fungsi lahan dan degradasi habitat.

Menurut Ayu, dokumentasi dan publikasi spesies baru menjadi langkah awal penting dalam upaya konservasi, terutama bagi organisme dengan habitat terbatas.

Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi lintas institusi, yakni dengan Universitas Negeri Surabaya dan Széchenyi István University.

Salah satu penulis, Latifah Nurul Aulia, merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang terlibat dalam riset ini sejak mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di BRIN hingga menyelesaikan tugas akhir melalui program Bantuan Riset bagi Talenta Riset dan Inovasi (BARISTA).

Ayu menambahkan, regenerasi peneliti di bidang taksonomi dan biosistematika, khususnya kelompok keong darat, masih menjadi tantangan.

“Semoga semakin banyak generasi muda yang penasaran dan peduli terhadap pengungkapan keanekaragaman hayati Indonesia,” kata dia.

Melalui temuan ini, tim peneliti berharap eksplorasi biodiversitas, khususnya moluska darat, dapat terus didorong sebagai bagian dari upaya pendataan dan pelestarian kekayaan hayati Indonesia secara berkelanjutan.*

Pos terkait