Bupati Bandung Sidak Disperkimtan, Soroti Validasi Data hingga Kualitas Rumah Warga

Bupati Bandung, Dadang Supriatna melakukan sidak ke Kantor Disperkimtan Kabupaten Bandung di Soreang, Jumat (27/3/2026).(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung, Dadang Supriatna melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung di Soreang, Jumat (27/3/2026).

Dalam kunjungannya, Dadang yang akrab disapa Kang DS menyoroti sejumlah aspek penting dalam pelaksanaan program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), mulai dari ketepatan sasaran hingga kualitas hasil pembangunan.

Kang DS menegaskan, validasi data penerima bantuan harus dilakukan secara cermat agar program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Validasi ini penting untuk memastikan puluhan ribu rumah prioritas bisa segera ditangani secara bertahap,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan jajarannya agar memperhatikan status kepemilikan lahan warga. Menurut dia, persoalan legalitas lahan sering kali menjadi hambatan dalam penyaluran bantuan.

“Melalui koordinasi lintas instansi, kita harus bisa memberikan kepastian agar masyarakat di kawasan tertentu tetap mendapat akses bantuan,” kata Kang DS.

Tak hanya fokus pada administrasi, Kang DS juga menekankan pentingnya kualitas pembangunan. Ia mendorong penggunaan material yang lebih baik agar rumah yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga nyaman dan tahan lama.

“Gunakan atap genteng agar rumah lebih kokoh, sejuk, dan memiliki nilai estetika bagi penerima manfaat,” ucapnya.

Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Bandung akan mempercepat pelaksanaan program tersebut agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya terkendala persoalan administratif.

Sementara itu, Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin menyampaikan bahwa progres program perumahan menunjukkan tren positif. Pihaknya kini tengah memfinalisasi persiapan teknis untuk peluncuran bantuan yang dijadwalkan pada April 2026.

“Program ini akan dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Bandung dengan target yang telah ditetapkan,” kata Enjang.*

Pos terkait