SATUMEDIA – Pembangunan Jalan Lingkar Padalarang -Citatah masih terkendala pembebasan lahan. Akibatnya proyek bernilai sekitar Rp 100 miliar tersebut sampai sekarang belum dapat dimulai pengerjaan fisiknya.
Proyek jalan ini murni didanai dari corporate social responsibility (CSR) PT Belaputera Intiland, pengembang perumahan kawasan Kota Baru Parahyangan Padalarang.
Ground breaking atau peletakan batu pertama sudah dilaksanakan oleh Plt. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan pada 22 Februari 2022.
“Dari total panjang jalan 7,4 kilometer, lahan yang baru dibebaskan baru sekitar 75 persen. Sisanya yang 25 persen belum dapat dibebaskan karena terbentur pada nilai penggantiannya,” kata Direktur Kota Baru Parahyangan, Ryan Brasali, Sabtu (2/4/2024)
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan masuk pada tahap pelaksanaan pembangunan sebelum lahan yang dibutuhkan terbebaskan 100 persen.
“Sementara ini kami masih fokus dan konsentrasi pada pembebasan lahannya untuk jalan lingkar Padalarang-Citatah. Nanti kalau pembebasannya sudah beres, baru dilanjutkan dengan pengerjaan fisik pembangunannya,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, lahan yang belum terbebaskan berada di Desa Gunungmasigit. Jika pembebasan tanah rampung di tahun ini maka diperkirakan untuk penyelesaian pembangunan jalan lingkar Padalarang itu membutuhkan waktu sekitar satu tahun lebih.
“Sampai sekarang negoisasi nilai penggantian dengan pemilik tanah masih berjalan. Ada pemilik tanah yang meminta waktu karena harus dibicarakan dahulu dengan anggota keluarga lainnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, diskusi dengan 25 persen pemilik lahan didominasi mengenai jalur jalan. Sebab ada keinginan jika lokasi dan jalur jalan yang dibuat harus menguntungkan semua pihak.
“Pengerjaan fisik membutuhkan waktu 1,5 tahun sampai 2 tahun,” ucapnya.
Jalan lingkar Padalarang-Cipatat atau Lingkar Cipatat-Kotbar membentang dari Kecamatan Padalarang hingga Cipatat. Melintasi lima desa yaitu, Cikande, Bojonghaleuang, Cipatat, Gunungmasigit, dan Citatah.
Diungkapkannya, pembangunan jalan melewati beberapa daerah yang cukup ekstre m. Oleh karenanya dilakukan pergeseran trase.
“Akses jalan yang dibangun berada di daerah perbukitan.Di beberapa titik akses jalannya cukup terjal. Banyak tanjakan serta turunan curam,” ungkapnya.
Maka dari itu, kata Ryan, akan banyak dilakukan pemangkasan tanah. Selain itu akan dibangun sebuah jembatan.
“Lebar jalannya sekitar 10 meter. Bisa dua arus kendaraan, artinya kendaraam dari arah Bandung yang mau ke Cianjur maupun sebaliknya bisa lewat jalan ini,” tuturnya.*





