SATUMEDIA – Hingga Maret 2024 terjadi 22 kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Paling banyak menimpa rumah tinggal yang mencapai 11 kejadian.
“Paling banyak menimpa rumah tinggal dengan rincian pada Januari sebanyak 2 kejadian, naik di Februari dengan jumlah 6 kejadian, dan Maret turun kembali menjadi 3 kasus,” kata Kepala Damkar dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah, Selasa (2/4/2024).
Berdasarkan data dari Damkar dan Penyelamatan KBB, selama tiga bulan terakhir ada 3 tempat usaha yang kebakaran, 5 unit kendaraan, alang-alang 2 kejadian, dan lainnya 1 kejadian.
“Rata-rata respon time 10 menit,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran di KBB. Penyebab korsleting ini terjadi karena arus listrik terputus. Terjadi tabrakan antara arus listrik positif dengan arus listrik negatif yang menyebabkan korsleting listrik.
“Sepanjang Ramadan 1445 Hijriah terjadi penurunan kejadian kebakaran dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya.
Meski demikian, Siti Aminah terus mengimbau kepada masyarakat terutama pada bulan puasa mengingat aktivitas memasak beralih ke malam untuk persiapan sahur.
“Masyarakat terus kita imbau, ingatkan untuk selalu waspada terhadap kebakaran yang selalu mengintai kapanpun,” imbaunya.
Ia mengingatkan pula, untuk selalu mengecek kompor pada saat meninggalkan rumah untuk Salat Tarawih atau usai melakukan aktivitas memasak.
Dikatakannya, kebakaran dari kompor lebih disebabkan kelalaian masyarakat yang lupa mematikan kompor. Akibatnya api membesar hingga menyebabkan kebakaran rumah.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati setelah selesai memasak jangan lupa mematikan kompor. Dan selalu mengecek kelistrikan, seperti mencabut kabel televisi dan peralatan elektronik lainnya saat hendak mudik lebaran,” ujarnya.
Untuk mencegah kebakaran rumah harus lebih bijak dan hati-hati dalam penggunaan perangkat yang bisa menimbulkan api.*




