SATUMEDIA.ID – DPRD Kabupaten Bandung Barat batal pindah ke gedung baru yang sedianya akan ditempati pada akhir Juni 2024 ini. Belum lengkapnya fasilitas menjadi salah satu alasan pembatalan tersebut.
“Fasilitas pendukungnya belum memadai. Untuk saat ini masih belum layak untuk ditempati, seperti fasilitas air belum ada, areal parkir belum memadai, juga lingkungan kantornya sendiri belum dipagar sehingga cukup berisiko dari sisi keamanan,” kata Sekretaris DPRD KBB, Rony Rudiyana saat dihubungi, Jumat (21/6/2024).
Diakuinya, untuk melengkapi fasilitas layaknya sebuah kantor membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Namun, untuk saat ini Pemkab Bandung Barat masih belum mengalokasikan anggarannya.
“Untuk melengkapi fasilitas kantor itukan dibutuhkan anggaran. Sementara untuk saat ini belum ada, jadi kami belum merencanakan pindah dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Meski belum ditempati, namun lanjut Roni, pihaknya tetap akan melalukan pemeliharaan. Hal itu sebagai upaya agar gedung baru yang pembangunannya menelan anggaran Rp142 miliar tersebut dapat terpelihara.
Untuk anggaran penambahan fasilitas perkantoran, termasuk air, Rony menyebut belum tahu bakal dimasukan ke anggaran Sekretariat DPRD atau Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB.
“Belum tahu ya, anggarannya bakal disimpan dimana. Tapi yang jelas untuk pemeliharaan, Sekretariat DPRD yang melaksanakannya,” tandasnya.
Diberikan sebelumnya, kejadian horor terjadi saat rombongan dari Sekretariat Dewan dan anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) datang ke gedung DPRD KBB baru yang berlokasi di Jalan Raya Padalarang -Cisarua, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Selasa (4/6/2024) siang.
Dimana dua orang pegawai perempuan yang ikut serta dalam rombongan mengalami kerasukan. Pertama dialami Kabag Keuangan Rina Dariani yang secara tiba-tiba bertingkah aneh.
Dengan keras sempat memukul bagian belakang Kabag Umum Dudih Heryana. Tak hanya memukul tapi juga menghardik .
Kejadian itu sempat mengganggu survei pemetaan. Meski demikian survei yang dipimpin Sekretaris Dewan Rony Rudiana tetap dilanjutkan.*





