SATUMEDIA.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat langkah perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membuka akses pengecekan data penerima manfaat sekaligus menyiapkan sistem integrasi data nasional berbasis teknologi.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan integrasi data menjadi kunci agar pelaksanaan program berjalan lebih akurat dan seragam di seluruh kementerian dan lembaga.
“BGN adalah pengguna data. Kami mengintegrasikan berbagai sumber agar semua pihak memiliki acuan yang sama,” ujar Sony dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).
Saat ini, basis data penerima manfaat MBG masih tersebar di sejumlah instansi. Data peserta didik dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara data madrasah dan pesantren berasal dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Adapun data balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dihimpun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Untuk mempercepat sinkronisasi, BGN meluncurkan laman validasidata.bgn.go.id yang dapat diakses pemerintah daerah, sekolah, hingga posyandu guna memverifikasi data di lapangan.
“Silakan dicek apakah data di wilayah masing-masing sudah masuk. Ini bagian dari percepatan validasi,” kata Sony.
Ke depan, BGN akan mengembangkan sistem berbasis Application Programming Interface (API) yang memungkinkan integrasi lintas kementerian dalam satu platform terpadu. Sistem ini diharapkan mampu menyediakan data secara real-time, mulai dari jumlah penerima manfaat hingga cakupan wilayah layanan.
Dengan sistem terintegrasi, pemerintah dapat mengidentifikasi daerah yang belum terjangkau serta memastikan program MBG berjalan lebih tepat sasaran dan transparan.
Rapat koordinasi lintas kementerian yang membahas penguatan data tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, serta Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi.*





