SATUMEDIA.ID – Pemerintah terus memacu peningkatan kualitas industri kopi nasional di tengah lonjakan konsumsi dan menjamurnya kafe dalam beberapa tahun terakhir.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci agar produk kopi Indonesia mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, perubahan tren konsumsi membuat masyarakat semakin kritis dalam memilih kopi, tidak hanya dari sisi harga, tetapi juga kualitas dan karakter rasa.
“Konsumen kini semakin memahami kualitas dan keunikan kopi. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan standar produksinya,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Minggu (26/4/2026).
Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi di Indonesia meningkat lebih dari 50 persen dalam 10 tahun terakhir. Sejalan dengan itu, Euromonitor mencatat pertumbuhan kafe mencapai 16 persen per tahun.
Kondisi tersebut, lanjut Agus, menuntut perhatian serius pada setiap tahapan produksi, terutama proses penyangraian biji kopi (roasting) yang sangat menentukan cita rasa akhir.
Sebagai langkah konkret, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menggelar sertifikasi kompetensi bagi penyangrai kopi di Amuya Coffee Academy pada 15–16 April 2026. Program ini diikuti 17 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dari wilayah Jabodetabek.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan, sertifikasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha kopi.
“Kami ingin SDM IKM kopi memiliki standar kompetensi yang diakui, sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan konsisten,” ujarnya.
Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) menunjukkan terdapat 1.501 unit IKM olahan kopi dan 78 industri besar di sektor ini. Selain itu, ada 21 sentra produksi kopi yang tersebar di berbagai daerah.
Reni menambahkan, penguatan sektor ini penting untuk menjaga posisi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik mencatat ekspor kopi olahan Indonesia pada 2024 mencapai 117,5 ribu ton dengan pasar utama seperti Malaysia, Timor Leste, Tiongkok, Filipina, dan Arab Saudi.
Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Afrizal Haris menegaskan, sertifikasi kompetensi tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat kepercayaan pasar.
“Ini menjadi langkah penting agar pelaku IKM kopi bisa naik kelas, memperluas pasar, dan bertransformasi menjadi industri yang lebih profesional,” kata Afrizal.*




