SATUMEDIA.ID – Warga RW 10 Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini tak bisa lepas dari obat nyamuk bakar. Serangan nyamuk yang semakin masif membuat warga terpaksa menyalakan obat nyamuk hampir sepanjang hari, bahkan sejak pagi hingga malam.
Tak tanggung-tanggung, sebagian warga mengaku bisa menghabiskan satu dus obat nyamuk bakar dalam sehari demi mengusir nyamuk yang masuk ke rumah.
“Sekarang siang juga harus nyalain obat nyamuk. Kalau malam sudah pasti. Banyak banget nyamuknya,” kata warga setempat, Imeh (53), Selasa (12/5/2026).
Menurut Imeh, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir. Bahkan, ia kerap menyalakan dua keping obat nyamuk sekaligus agar asapnya menjangkau seluruh ruangan rumah.
“Sehari sekarang bisa habis satu dus, karena bukan malam saja pakainya, tapi setiap hari,” ujarnya.
Namun di balik upaya itu, warga mulai dihantui kekhawatiran lain. Mereka takut terlalu sering menghirup asap obat nyamuk yang digunakan terus-menerus setiap hari.
“Iya resah, takut juga tiap hari pakai obat nyamuk, ngehirup asapnya,” kata Imeh.
Selain mengganggu aktivitas, serangan nyamuk juga menyebabkan keluhan pada kulit warga. Bentol, gatal-gatal, hingga bekas gigitan yang menghitam mulai banyak dialami warga.
“Pada gatal-gatal, bekasnya jadi hitam,” ujarnya.
Ketua RW 10, Rohmat, mengatakan hampir seluruh warga kini bergantung pada obat nyamuk bakar agar tetap bisa tidur dengan nyaman. Bahkan, penggunaan obat nyamuk meningkat drastis dibanding biasanya.
“Saya sendiri semalam bisa habis enam keping, kadang lebih. Kalau enggak pakai ya enggak bisa tidur, penuh nyamuk,” kata Rohmat.
Warga menduga ledakan populasi nyamuk dipicu rapatnya eceng gondok yang menutupi permukaan Waduk Saguling di dekat permukiman mereka. Kondisi itu dinilai menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Karena itu, warga berharap pemerintah segera turun tangan membersihkan eceng gondok agar serangan nyamuk tidak terus terjadi dan warga tak lagi bergantung pada asap obat nyamuk setiap hari.*





