Pemkab Bandung Tuntaskan Normalisasi Sungai Cisungalah, Tahap TPT Segera Dimulai

Normalisasi Sungai Cisungalah sepanjang sekitar 5 kilometer di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, rampung 100 persen.(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Normalisasi Sungai Cisungalah sepanjang sekitar 5 kilometer di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, rampung 100 persen. Program kolaboratif melalui skema pentahelix yang mencakup wilayah Desa Cibodas, Desa Padamukti, dan Desa Panyadap tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda kawasan setempat.

Pengerjaan yang berlangsung selama dua bulan terakhir itu difokuskan pada pengerukan endapan lumpur yang menyebabkan pendangkalan sungai dan menghambat aliran air.

Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo mengatakan, program yang diinisiasi Bupati Bandung Dadang Supriatna tersebut menjadi langkah konkret dalam memperbaiki kapasitas Sungai Cisungalah sebagai saluran utama drainase kawasan.

“Alhamdulillah, normalisasi Sungai Cisungalah sepanjang hampir 5 kilometer telah selesai dilaksanakan. Mulai dari Desa Cibodas hingga Desa Panyadap, seluruh proses pengerukan berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak,” ujar Prabowo saat meninjau lokasi pekerjaan, Jumat (19/6/2026).

Menurut dia, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan berbagai unsur lainnya yang terlibat dalam skema pentahelix.

Ia mengapresiasi antusiasme warga di Desa Cibodas, Desa Padamukti, dan Desa Panyadap yang turut membantu menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan.

“Partisipasi masyarakat sangat besar. Mereka ikut membantu menjaga kondusivitas dan mendukung seluruh tahapan pekerjaan sehingga proses normalisasi dapat diselesaikan sesuai target,” katanya.

Setelah tahap pengerukan selesai, penanganan Sungai Cisungalah akan dilanjutkan melalui program pemerintah pusat yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Tahapan berikutnya akan difokuskan pada pembangunan kirmir atau tembok penahan tanah (TPT) di sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami erosi maupun luapan air saat musim hujan.

Prabowo berharap program lanjutan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga manfaat normalisasi sungai semakin optimal dalam mengurangi ancaman banjir.

“Dengan kondisi aliran sungai yang sudah lebih baik, kami berharap potensi banjir yang selama ini terjadi setiap tahun bisa ditekan secara signifikan,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan masih terdapat beberapa titik TPT yang kondisinya memerlukan perbaikan. Karena itu, penataan lanjutan menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan hasil normalisasi yang telah dilakukan.

Selain menggunakan alat berat, pembersihan area sungai yang tidak dapat dijangkau excavator dilakukan melalui Program Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Dalam waktu dekat, warga bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta petugas pemadam kebakaran akan melaksanakan kerja bakti massal guna membersihkan sisa lumpur yang masih berada di sekitar jalan dan permukiman warga.*

 

Pos terkait