SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menargetkan kenaikan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) menjadi Rp40 juta per unit. Saat ini, besaran bantuan masih Rp20 juta per unit atau setengah dari nilai bantuan yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sebagai langkah awal, Pemkab Bandung Barat sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbup) yang akan menjadi dasar hukum kenaikan bantuan tersebut.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bandung Barat, Anni Roslianti, mengatakan pada 2026 pemerintah daerah mengalokasikan bantuan perbaikan untuk 367 unit rumah warga.
Rinciannya, sebanyak 249 unit berada di luar kawasan kumuh, sedangkan 118 unit lainnya berada di kawasan permukiman padat dan kumuh.
Meski program terus berjalan, Anni mengakui besaran bantuan Rp20 juta per unit sudah tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan perbaikan rumah secara menyeluruh. Kenaikan harga material bangunan membuat anggaran tersebut hanya mampu menutup sebagian kebutuhan renovasi.
“Kami sedang menyiapkan regulasi berupa Peraturan Bupati agar besaran bantuan bisa disesuaikan. Harapannya nilainya dapat meningkat menjadi Rp40 juta per unit sehingga kualitas pembangunan rumah yang diperbaiki juga lebih maksimal,” ujar Anni, Minggu (19/7/2026).
Menurut dia, kenaikan bantuan menjadi Rp40 juta per unit diperlukan agar proses rehabilitasi rumah dapat mencakup perbaikan struktur bangunan, lantai, dinding, hingga fasilitas sanitasi yang layak.
Selain itu, masih banyak warga yang menunggu giliran menerima bantuan Rutilahu sehingga peningkatan nilai bantuan dinilai penting agar hasil perbaikan lebih optimal dan tidak hanya bersifat sementara.
“Dengan dukungan anggaran yang lebih besar, kami ingin penerima manfaat memperoleh rumah yang aman, sehat, dan nyaman untuk ditempati, bukan sekadar rumah yang selesai diperbaiki,” katanya.
Anni menambahkan, usulan kenaikan bantuan juga didorong masih banyaknya warga yang menunggu giliran menerima program Rutilahu. Menurutnya, peningkatan nilai bantuan akan membuat hasil rehabilitasi lebih berkualitas dan memiliki daya tahan yang lebih baik.*





