SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta tiga titik tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) Sungai Cisunggalah yang masih rusak segera diperbaiki.
Instruksi tersebut disampaikan setelah program normalisasi Sungai Cisunggalah sepanjang 5 kilometer di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, menyisakan tiga titik TPT yang belum tertangani.
Dadang meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung segera menghitung kebutuhan anggaran sekaligus menyiapkan material untuk mempercepat pekerjaan.
Menurut dia, perbaikan tidak boleh ditunda hingga musim hujan karena kerusakan tanggul berpotensi menimbulkan banjir dan membahayakan warga.
“Jangan sampai kita menunggu tanggul jebol saat hujan. Kalau itu terjadi, kerugiannya akan jauh lebih besar dan yang paling penting menyangkut keselamatan masyarakat,” kata Dadang yang akrab dipanggil KDS saat menghadiri tasyakur binikmat program normalisasi Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Selasa (11/8/2026).
Dia mengingatkan, kerusakan tanggul Sungai Cisunggalah sebelumnya pernah menyebabkan bagian tanggul jebol sepanjang sekitar 3 meter dan berdampak terhadap sekitar 200 rumah.
Karena itu, KDS meminta tiga titik yang tersisa segera ditangani selagi kondisi cuaca masih memungkinkan untuk pengerjaan.
Dari total 13 titik TPT yang sebelumnya mengalami kerusakan, 10 titik telah diperbaiki melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak dalam program pentahelix.
Selain memperbaiki tanggul, Pemerintah Kabupaten Bandung tetap berencana melakukan pelebaran badan Sungai Cisunggalah hingga sekitar 8 meter.
Dadang mengatakan, pelebaran diperlukan karena pengerukan saja tidak cukup untuk mengantisipasi luapan air sungai.
“Rencana pelebaran sungai tetap berjalan. Memang persoalannya tidak ada pembebasan lahan, sehingga nanti perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Pengerukan saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan banjir,” ujarnya.
Menurut KDS, kondisi dasar Sungai Cisungalah kini sudah mengalami perubahan setelah dilakukan pengerukan. Kedalaman sungai yang sebelumnya rata-rata sekitar 2 meter, di sejumlah lokasi kini mencapai 6 meter.
Namun, kondisi tersebut dinilai belum cukup apabila debit air dari bagian hulu meningkat.
“Kalau debit dari hulu tinggi, kapasitas sungai tetap harus ditambah. Karena itu, pelebaran menjadi salah satu solusi,” kata dia.
KDS meminta camat dan kepala desa segera melakukan sosialisasi kepada warga mengenai rencana penanganan Sungai Cisungalah tersebut.
Program normalisasi Sungai Cisungalah melalui skema pentahelix dilakukan sepanjang sekitar 5 kilometer, mulai dari muara Sungai Citarik hingga bagian hulu di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya.
KDS berharap normalisasi tersebut dapat mengurangi risiko banjir dan mencegah kembali terjadinya tanggul jebol, khususnya di Desa Panyadap dan wilayah sekitarnya.
“Kami berharap setelah dilakukan pengerukan dan perbaikan tanggul, banjir maupun tanggul jebol tidak kembali terjadi di Panyadap dan daerah sekitarnya,” ujarnya.
Program serupa, lanjut KDS, juga diterapkan di sejumlah kecamatan lain, seperti Majalaya, Bojongsoang, Dayeuhkolot dan Banjaran.
Secara keseluruhan, terdapat 12 titik program pentahelix yang sedang berjalan di Kabupaten Bandung.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan berbagai unsur lainnya penting untuk mempercepat penanganan persoalan lingkungan dan infrastruktur.
Dia juga meminta hasil pekerjaan program pentahelix dilaporkan secara terbuka agar penggunaan bantuan dari berbagai pihak dapat dipertanggungjawabkan.
“Semua harus transparan. Kunci keberhasilan program pentahelix adalah amanah dalam menjalankan tugas dan mempertanggungjawabkan setiap bantuan yang diberikan,” katanya.
Dadang turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah desa, dunia usaha dan pihak lainnya yang ikut menyumbangkan tenaga, pikiran maupun materi.
Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo mengatakan, normalisasi Sungai Cisungalah merupakan gagasan Dadang setelah selama sekitar 15 tahun tidak dilakukan pengerukan secara optimal.
Menurut dia, masyarakat menyambut baik program tersebut dan ikut bergotong royong mengerjakan normalisasi meski dengan keterbatasan anggaran.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dengan dana yang terbatas, warga ikut turun langsung, mulai dari pengerukan sampai pembangunan TPT,” kata Prabowo.
Dia menyebutkan, dari 13 titik TPT yang sebelumnya ambruk, 10 titik telah selesai diperbaiki. Sementara tiga titik lainnya masih membutuhkan penanganan lebih lanjut melalui dukungan pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.
Ketua Pentahelix Normalisasi Sungai Cisungalah Asep Hana Kirana mengatakan, pekerjaan normalisasi secara umum telah berjalan, tetapi belum sepenuhnya tuntas.
“Tiga titik masih membutuhkan kolaborasi dengan dinas terkait dan BBWS Citarum karena belum dapat ditangani melalui program pentahelix. Sementara 10 titik lainnya sudah dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat,” ujar Asep.
Dia meminta tiga titik tersebut segera diperbaiki karena terdapat bagian tanggul yang dinilai rawan kembali jebol ketika hujan deras.
Asep menyebut terdapat dua lokasi dengan panjang tanggul sekitar 15 meter dan 26 meter yang membutuhkan penanganan segera.
Selain persoalan tanggul, kata Asep, terdapat saluran air yang tertutup endapan lumpur sehingga menghambat pengairan lahan pertanian.
Pengerjaan di salah satu lokasi juga terkendala akses alat berat karena terdapat bangunan yang menghalangi jalur menuju sungai.
“Karena alat berat belum bisa masuk, sementara pekerjaan dilakukan secara manual dengan gotong royong warga. Kami berharap akses untuk alat berat segera bisa dibuka agar pengerukan dapat dilakukan lebih optimal,” kata Asep.
Kegiatan tasyakur binikmat program normalisasi Sungai Cisungalah tersebut dihadiri Dadang bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb di lingkungan Komplek SDN Panyadap, Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk.
Sejumlah unsur turut hadir, termasuk perangkat daerah, Forkopimcam Solokanjeruk, para kepala desa, perwakilan BBWS Citarum, masyarakat, serta perwakilan dunia usaha.
PT Kahatex menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan besar dalam program pentahelix tersebut.
Dalam kegiatan itu, Dadang juga makan nasi liwet bersama masyarakat sebagai bentuk syukur atas terlaksananya program normalisasi Sungai Cisunggalah.*





