SATUMEDIA.ID – Warga Kampung Rancatiis, RW 05, Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pelaksanan pesta demokrasi, dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) hingga Pemilihan Presiden (Pilpres).
“Tingkat partisipasi masyarakat Kampung Rancatiis termasuk tinggi. Pada Pilkades 2023 saja, masyarakat yang menggunakan hak pilihnya mencapai 83 persen,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) KBB Riza Nasrul Falah Sopandi, Selasa (16/7/2024).
Pada acara launching, masyarakatnya pun aktif bertanya banyak hal soal Pilkada, seperti persoalan coklit hingga masalah verifikasi faktual bacalon Bupati Bandung Barat dari jalur perseorangan.
Karena itulah, lanjut Riza, Rancatiis dijadikan Kampung Pengawasan Partisipatif di KBB yang dilaunching secara serentak di 27 kabupaten/kota Jawa Barat. Launching yang diprakarsai Bawaslu Jabar dipusatkan di Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, masyarakat Rancatiis sudah melek politik. Terbukti saat digelar launching Kampung Pengawasan Partisipatif, warganya aktif bertanya dan memahami arti penting pesta demokrasi.
“Pada launching kemarin, setiap kabupaten satu desa yang dijadikan Kampung Pengawasan Partisipatif,” ujarnya.
Diungkapkannya, Desa Galanggang ini memiliki sekitar 15 ribu jiwa dengan berbagai latar belakang profesi, mulai dari pegawai swasta, petani hingga pensiun TNI. Meski berbeda latar belakang namun semuanya guyub.
“Keberadaan Kampung Pengawasan Partisipatif di Desa Galanggang diharapkan menjadi embrio bagi daerah lain. Kami berkeinginan ke depan, paling tidak di setiap kecamatan ada satu Kampung Pengawasan Partisipatif,” tandasnya.
Selain itu, tidak hanya ada Kampung Pengawasan Partisipatif tapi juga ada desa anti politik uang.
“Kami ingin ada pilot project desa anti politik uang. Ini menjadi program kami ke depan,” pungkasnya.*





