Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto.(Dok Setpres).**

SATUMEDIA.ID – Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut.

Pembentukan badan tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan Prabowo bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan gambut dan ancaman karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo ingin memperoleh masukan langsung dari para ahli untuk melihat persoalan pengelolaan gambut dari berbagai perspektif.

“Mendengar langsung dari para ahli menjadi langkah penting untuk memahami persoalan dari berbagai sudut pandang,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman Setpres, Minggu (27/9/2026).

BPGMN nantinya akan melibatkan ilmuwan dan tenaga profesional. Kehadiran badan tersebut diarahkan untuk memperkuat riset, pemetaan kawasan gambut, pencegahan kebakaran, serta sistem deteksi dini dan pemantauan titik panas.

Menurut Teddy, pemerintah tidak hanya menyiapkan pendekatan berbasis kajian ilmiah. Penguatan penanganan kebakaran di lapangan juga menjadi perhatian.

Satgas Darat akan dioptimalkan agar dapat segera bergerak ketika kebakaran terdeteksi. Respons cepat dinilai penting untuk mencegah api meluas, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan penggunaan pompa air, baik pompa portabel maupun melalui pengeboran dangkal. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memperkuat kemampuan pemadaman di lapangan.

Upaya pencegahan karhutla juga akan melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gambut.

Teddy mengatakan, perangkat desa dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) akan dilibatkan karena memiliki posisi strategis dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak awal.

Masyarakat di sekitar kawasan gambut diharapkan dapat memberikan respons awal ketika muncul titik api sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan oleh petugas.

“Dengan mempertemukan pengetahuan para ilmuwan, teknologi, dan pengalaman masyarakat di lapangan, pengelolaan gambut diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, sekaligus menjaga ekosistem dan mencegah karhutla agar tidak terus berulang,” kata Teddy.

Pemerintah dengan demikian menyiapkan pengelolaan gambut yang mencakup sejumlah aspek, mulai dari pencegahan, penelitian dan pemetaan, deteksi dini, hingga penanganan kebakaran.

Pelaksanaannya akan melibatkan ilmuwan, tenaga profesional, pemerintah daerah, petugas lapangan, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan gambut.*

Pos terkait