SATUMEDIA.ID – Lokasi penemuan kerangka yang diduga ibu dan anak dalam rumah di Jalan Terusan Selada RT 11/RW 15, Kompleks Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah dipenuhi debu.
Tak ada noda di dekat kedua kerangka tersebut, semua sudah tertutup oleh debu. Namun, polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (30/7/2024) menemukan seonggok tanah.
“Noda tidak ditemukan (dekat kerangka) yang ada hanya tanah (yang diduga) dari pembusukan kelenjar korban. Itu sudah dijadikan barang bukti untuk diperiksa tim forensik,” kata Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto, Jumat (2/8/2024).
Kapolres menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Forensik dari Rumah Sakit Sartika Asih. Pemeriksaan DNA juga dilakukan untuk mengungkapkan identitas kerangka tersebut.
“Apakah betul kedua kerangka seperti yang disangkakan, yaitu ibu dan anak.
Yang jelas kita menunggu dari tim forensik hasilnya seperti apa. Jangan sampai nanti kita sudah menyampaikan ternyata bukan,” tuturnya.
Sementara itu, terkait dengan tulisan pada dinding rumah dan buku sedang dibandingkan. Apakah ada kesamaan atau tidak.
“Kami sedang mencocokkan tulisan yang ada di dinding dengan tulisan yang mereka buat sehari-hari. Dari buku-buku tulisan waktu dia belajar dapat dijadikan pembanding.
“Kami sudah memeriksa dan hampir sama tulisannya dengan yang berada di dinding dengan buku maupun flashdisk itu hampir sama ya. Isinya berpesan kekecewaan terhadap keluarga, soal kehidupan itu semuanya ada dalam USB,” ujarnya.
Ia mengungkapkan sudah 11 orang saksi yang dimintai keterangan, antara lain terduga suaminya. Nama-nama yang tertera di dinding, RT dan RW setempat, tetangga dan keluarga.
“Minta doanya kepada masyarakat agar permasalahan ini cepat terungkap. Walaupun kita sudah bisa sedikit menyimpulkan, tapi tetap saja kita harus menyampaikan permasalahan ini secara komprehensif. Sampai dengan ada hasil dari tim forensik untuk mengungkap penyebab kematian kedua korban,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kerangka manusia itu ditemukan dalam kondisi terbaring di atas kasur berbeda. Sontak penemuan itu membuat heboh warga kompleks perumahan tersebut.
Dua kerangka itu diduga Iguh Indah Hayati dan anak laki-lakinya, Elia Imanuel Putra. Keduanya ditemukan Mudjoyo Tjandra, suami Indah dan tetangganya saat hendak mengambil berkas-berkas.*





