SATUMEDIA.ID – Sebanyak 1.310.401 warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) masuk daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Jumlah pemilih sementara itu di bawah pemilih di Pemilu 2024 yang mencapai 1.317.866 orang.
Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman mengatakan DPS sudah ditetapkan sebanyak 1.310.401 orang. Rinciannya 661.989 laki-laki dan 648.142 perempuan.
“DPS ditetapkan melakukan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang mengacu Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4) yang didapat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI yang jumlahnya mencapai
1.315.016 orang,” jelas Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman, Kamis (22/8/2024).
Ia menambahkan, selanjutnya hasil coklit itu kemudian dilakukan penelaahan dan validasi. Untuk kemudian ditetapkan menjadi DPS Pilkada KBB dan Pilkada Gubernur Jawa Barat. Selain itu ditetapkan juga tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 2.562 titik.
Diungkapkannya, DPS di Bandung Barat tersebar di 16 kecamatan dan 165 desa. Dimana jumlah pemilih terbanyak di Kecamatan Lembang yang mencapai 144.340 orang. Sedangkan pemilih paling sedikit berada di Kecamatan Saguling sebanyak 25.881 orang.
“Kalau jumlah pemilih terbanyak di Kecamatan Lembang. Namun, untuk desa terbanyak adalah Tanimulya di Kecamatan Ngamprah,” sebutnya.
Menurutnya, penetapan DPS ini merupakan langkah krusial dalam memastikan setiap warga yang mememuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan mendatang.
Lebih jauh dikatakan Ripqi, hasil DPS akan diumumkan kepada masyarakat. Pada tahapan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan selama 10 hari ke depan sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP).
“Langkah selanjutnya, daftar pemilih sementara ini kita akan cocokan dengan penghitungan data di badan adhoc yang kita tetapkan sebagai daftar pemilih perbaikan sementara,” tuturnya.
Terkait partisipasi masyarakat, KPU KBB menargetkan 80-85 persen. Naik dibandingkan Pilkada KBB tahun 2018 yang hanya mencapai 77 persen dari DPT.
“Target kami partisipasi masyarakat naik menjadi 80-85 persen dibandingkan Pilkada 2018. Patokannya pada Pemilu 2024 lalu, partisipasi pemilih mencapai 84 persen. Harapan kami, di Pilkada KBB nanti tingkat partisipasinya bisa dikisaran segitu (84 persen),” tandasnya.*





