Peternak Sapi Perah di Lembang Ganti Pakan Rumput dengan Jerami

Peternak sapi perah di Lembang, KBB lebih banyak menggunakan jerami daripada rumput sebagai pakan hewan ternaknya.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Lahan rumput yang terbatas membuat peternak sapi perah di Kecamatan Lembang,  Kabupaten Bandung Barat (KBB) kesulitan untuk memenuhi pakan hijauan.

Sejak beberapa tahun terakhir, peternak sapi perah terpaksa mengganti pakan hijauan dengan jerami. Itupun tak didapat dari Lembang, namun para peternak harus membelinya sampai ke Kabupaten Subang.

“Lahan untuk rumput di Lembang dan sekitarnya sangat terbatas. Tak seimbang dengan populasi sapi perah yang ada saat ini,” kata Ketua Pengawas Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Jajang Sumarna, Senin (26/8/2024).

Ia mengungkapkan, saat ini total ada sekitar 21 ribu ekor populasi sapi perah milik sekitar 7.500 anggota KPSBU. Kebutuhan pakan rumput untuk satu ekor sapi antara 30-40 kilogram per hari.

“Mengingat keterbatasan rumput, peternak mengganti dengan jerami yang didapat dari daerah Subang. Kami membeli bandar dengan harga Rp 500 per ikat. Saya pribadi sekali membeli bisa sampai 200 ikat,” sebutnya.

Namun, ia menjelaskan, meski pakan rumput diganti jerami namun tak menurunkan produksi susu. Pasalnya, ada tambahan pakan konsentrat, ampas tahu, ampas singkong sampai ampas bir yang justru menjadi penambah produksi susu.

“Sebenarnya kalau sapi hanya diberi pakan rumput saja paling produksi susunya hanya 1-2 liter per hari. Tapi kalau diberi konsentrat bisa sampai 13-14 liter per hari,” ungkapnya.

Meski rumput tak meningkatkan produksi susu, tapi tetap harus diberikan. Karena rumput menjadi pakan alamiahnya

Ia menambahkan, jika bibit sapi perahnya dari Lembang yang unggul atau bagus bisa menghasilkan 20-30 liter susu per hari.

“Jadi soal berapa banyak menghasilkan susu selain dipengaruhi pakan juga bibit yang baik, serta tentunya manajemen pemeliharaan yang baik,” tukasnya *

 

 

Pos terkait