SATUMEDIA – Harimau golden tabby atau harimau berbulu emas menjadi salah satu koleksi unik yang dimiliki Lembang Park and Zoo (LPZ), Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Diketahui, harimau berbulu emas hanya ada 30 ekor di dunia. Dimana sepasang atau 2 ekor dimiliki LPZ yang merupakan salah satu lembaga konservasi di Indonesia.
Keberadaan harimau langka dan unik ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke LPZ. Mereka penasaran dengan harimau yang memiliki warna keemasan ini.
Harimau Golden Tabby ditempatkan
di Kampung Satwa yang berada di LPZ. Menjadi salah satu koleksi satwa favorit dari ratusan satwa yang ada di salah satu kebun binatang paling besar di Indonesia.
“Kami bangga menjadi salah satu yang memiliki satwa langka di dunia. Dari 30 yang ada di dunia, dua diantaranya dimiliki LPZ,” kata General Manager Lembang Park and Zoo, Iwan Susanto, Kamis (11/4/2024).
Iwan menambahkan, dua harimau golden tabby yang ada di LPZ merupakan sepasang. Diberinama Harry dan Mimi.
“Sekarang Harry dan Mimi sedang proses breeding. Mudah-mudahan bisa melahirkan anak-anak harimau golden tabby,” harapnya
Berdasarkan catatan Satumedia, LPZ berhasil menangkarkan Harimau Benggala. Tak tanggung-tanggung tiga bayi kembar harimau benggala lahirbdarin sepasang indukan yang diberi nama Cantik (betina) dan Elvis (jantan).
Iwan menyebut, selain harimau golden tabby salah satu koleksi yang paling menarik wisatawan adalah kuda nil kerdil (Pygmy Hippo), kuda nil besar, dan cheetah.
Selain itu, lanjut Iwan terdapat area baru bebek atau aviari khusus untuk berbagai jenis bebek. Antara lain bebek ibis merah, seldak
“LPZ memiliki 792 satwa dengan 196 spesies. Jadi pengunjung bisa melihat berbagai jenis satwa tidak hanya dari Indonesia tapi beberapa penjuru dunia,” tandasnya.
Sementara itu, menghadapi libur panjang Lebaran 2024 pihak pengelola LPZ menambah areal parkir. Tadinya hanya terdiri 5 zona sekarang menjadi 6 zona.
Total luas areal parkir mencapai 3,5 hektare. Mampu menampung mobil sebanyak 1.000 unit dan sepeda motor lebih dari 500 unit.
“Jadi tidak akan ada kendaraan wisatawan yang parkir keluar hingga ke pinggir jalan,” tandasnya.*





