Kadishub KBB Ingatkan Warga Jangan Kenakan Tarif Parkir Seenaknya Kepada Wisatawan

Kepala Dishub KBB Fauzan Azima/Dicky Mawardi/Satumedia.

SATUMEDIA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Fauzan Azima mengingatkan kepada masyarakat yang mengizinkan pekarangan rumah dan lahan miliknya untuk dijadikan kantong parkir agar tidak menerapkan tarif tinggi.

“Pada prinsipnya Dishub KBB mengizinkan masyarakat sekitar objek wisata membuka kantong parkir dengan memanfaatkan lahan atau garasi rumah. Namun saya mengingatkan agar tidak memasang tarif parkir selangit karena bisa merugikan wisatawan,” kata Fauzan Azima, Kamis (11/4/2024).

Menurutnya, memasang tarif parkir terlalu mahal akan mencoreng nama baik KBB. Bisa membuat wisatawan enggan berwisata lagi ke Bandung Barat.

“Pada prinsipnya kami mengimbau memasang tarif parkir sewajarnya. Kalaupun lebih mahal dari tarif resmi, pengelola diminta memasang papan pengumuman terkait tarif parkir,” sebutnya.

Ia mencontohkan, masyarakat bisa saja mematok tarif parkir hingga Rp 10 ribu asalkan disampaikan dulu dari awal kepada wisatawan. Jangan tiba-tiba ditagih saat hendak meninggalkan lokasi parkir.

“Pada prinsipnya pengenaan tarif Rp 10 ribu tidak masalah selama disampaikan dulu dari awal. Biar wisatawan tahu dari awal sehingga ketika setuju tidak akan mempersoalkannya,” tandas Fauzan.

Fauzan tak memungkiri, keberadaan kantong parkir yang disediakan masyarakat sangat membantu wisatawan. Sebaliknya, masyarakat juga bisa meraup keuntungan.

“Dengan membuka lahan parkir musiman, bisa memberikan efek positif bagi masyarakat sekitar destinasi wisata. Begitupun bagi wisatawan sangat terbantu,” sebutnya.

Lebih jauh Fauzan mengatakan, pada musim libur lebaran, Dishub KBB menerjunkan tim monitoring yang akan memantau arus lalu lintas, termasuk dalam hal ketersediaan lahan dan tarif parkir.

“Kita monitoring baik dari sisi tarif, tempat atau lokasi, jika kurang memadai, nanti koordinasi dengan pengelola untuk menyiapkan lahan alternatif. Yang paling utama soal tarif jangan sampai seperti kejadian-kejadian sebelumnya,” tandasnya.*

Pos terkait