Naik Burung Garuda, Bapaslon Edi Rusyandi-Unjang Asari Daftar ke KPU KBB

Pasangan Edi Rusyandi-Unjang Asari mendaftar ke KPU KBB dengan menaiki burung Garuda, Kamis (29/8/2024).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Berbagai cara unik dilakukan para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat saat akan mendaftar maju di Pilkada 2024, Kamis (29/8/2024).

Jika pasangan Didik- Gilang Dirga daftar ke KPU KBB dengan baik sepeda motor, Jeje-Asep Ismail naik Bus Barata, lain hanya dengan Edi Rusyandi-Unjang Asari.

Pasangan yang diusung Partai Golkar, PKB, dan PPP ini mendaftar ke KPU KBB dengan menaiki burung Garuda. Keduanya digotong melintasi Jalan Raya Purwakarta, Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang.

Arak-arakan pengantar bersama burung Garuda menjadi tontonan menarik warga dan pengguna jalan. Mereka terlihat antusias dan mengabadikan momen itu dengan bidikan kamera handphone.

Pasangan bakal calon bupati Bandung Barat Edi Rusyandi-Unjang Asari resmi daftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Kamis 29 Agustus 2024. Kedua pasangan ini datang ke kantor KPU menunggangi Singa Depok diiringi ratusan pendukungnya.

Edi-Unjang menjadi pasangan bakal calon bupati ke-4 yang memastikan maju di Pilkada Serentak.”Di hari terakhir pendaftaran, Alhamdulillah kami sudah menyerahkan semua dokumen persyaratan administrasi ke KPU KBB,” kata Edi yang juga anggota DPRD Jabar periode 2019-2024 ini.

Pria asli Cipongkor ni menyatakan
tunduk dan ikut aturan serta tahapan penyelenggaraan Pilkada dari KPU KBB.

Sebenarnya, Edi kembali terpilih menjadi anggota DPRD Jabar untuk periode 2024-2029 ini, namun pada akhirnya harus mundur karena mendapat penugasan dari Partai Golkar untuk maju di Pilkada KBB.

“Saya melihat di usia KBB yang menginjak 17 tahun, ternyata masih jauh dari apa yang dicita-citakan para tokoh pendiri KBB. Masih banyak yang perlu dibenahi agar on the track dengan cita-cita pemekaran,” tuturnya.

Pria sederhana ini memiliki keinginan untuk mewujudkan cita-cita pemekaran, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan kemudahan berbagai jenis pelayanan.

“Bandung Barat berdiri bukan pemberian, tapi lewat perjuangan dari para tokoh. Tanpa mereka, pasti KBB tidak akan pernah ada. Oleh karena itulah, saya bersama pasangan saya bertekad untuk mewujudkan cita-cita dari para tokoh pendiri KBB,” tandasnya.

Edi juga menyoroti pendapatan asli daerah (PAD) yang dinilainya masih tak sebanding dengan potensi. Maka dari itulah untuk menaikkan PAD perlu mendongkrak potensi pendapatan.

“Memang setiap tahun ada kenaikan PAD tapi tidak terlalu signifikan. Mestinya peningkatan lebih dari itu,” tandasnya.*

 

Pos terkait