Bapaslon Perseorangan Gembos, Santri Muda Bandung Barat Cabut Dukungan

Bapaslon perseorangan Pilkada KBB, Sundaya dan Asep Ilyas usai mendaftar ke KPU KBB, Kamis (19/9/2024).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Penggantian bakal calon Wakil Bupati Bandung Barat Aa Maulana dari jalur perseorangan menimbulkan polemik baru. Aa Maulana digantikan Asep Ilyas untuk mendampingi bakal calon Bupati Sundaya.

Diketahui, Asep Ilyas sudah
menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran ke Kantor KPU, pada Kamis (19/9/2024). Ia datang bersama para pendukungnya serta didampingi Sundaya. tiba di KPU KBB sekitar pukul 10:45 WIB.

Penggantian Aa Maulana oleh Asep Ilyas disesalkan Santri Muda Bandung Barat. Hal yang melatarbelakangi, penggantian bakal calon Wakil Bupati tanpa melalui pembahasan dengan perkumpulan para santri muda.

“Ketika pak KH Aa Maulana maju, kami para santri memberikan dukungan penuh. Dukungan inilah yang menjadi bagian bukti dukungan pasangan Sundaya-Aa Maulana maju di Pilkada KBB lewat jalur perseorangan atau independen,” kata
Koordinator Santri Muda Bandung Barat, Rizki Maulana Aziz, Minggu (22/9/2024).

Ia menambahkan, Santri Muda Bandung Barat ikut membantu mengumpulkan kelengkapan berkas untuk syarat verifikasi yang dibutuhkan.

Namun, para santri kecewa karena tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan figur pengganti Aa Maulana yang mendampingi Sundaya sebagai pendukungnya.

“Kami sangat kecewa, munculnya sosok yang menggantikan kedudukannya sebagai calon Wakil bupati dengan tanpa ada pembahasan bersama dengan kami dari para pendukung nya,” kata Rizki.

Kecewa dengan proses penggantian itu, ia menegaskan Santri Muda Bandung Barat akan mencabut dukungan kepada pasangan calon perseorangan .Hal itu sebagai bentuk tadzim pada seorang guru yang dihormati.

“Kami mencabut seluruh berkas dukungan yang diberikan ke KPU KBB. Tidak berhak dipergunakan untuk mendukung calon perseorangan yang telah diganti. Mengingat pergantian calon Wakil Bupati yang dilakukan tanpa melibatkan Santri Muda Bandung Barat,” tegasnya.

Ia menceritakan, tadinya para santri menaruh harapan besar kepada Kiyai Aa Maulana jika maju dan menang di Pilkada KBB.

“Majunya guru kami memberikan semangat bagi para santri untuk mendukung penuh. Kami terjun langsung membantu mengumpulkan kelengkapan berkas untuk syarat verifikasi yang dibutuhkan,” tandasnya.

Bentuk dukungan itu, lanjut Rizki, sebagai bentuk harapan dari para murid melihat gurunya mampu mengemban amanah menjadi pemimpin di Bandung Barat.

“Namun setelah berita pengunduran diri yang kami dengar membuat kami harap-harap cemas, dukungan yang kami berikan seakan menjadi sia-sia..Kejadian ini tidak diduga sebelumnya dan dukungan kami yang diberikan putus di tengah jalan,” tuturnya.*

Pos terkait