SATUMEDIA.ID – Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menjalani proses suksesi kepemimpinan melalui kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang jatuh pada 27 November mendatang.
Sebagaimana diketahui, Pilkada KBB diikuti 5 pasangan calon. Nomor urut 1 Paslon Didik Agus – Gilang Dirga (DILAN), nomor urut 2 Jeje Ritchie Ismail – Asep Ismail (BERJAMAAH), nomor urut 3 Hengki Kurniawan – Ade Sudrajat (HADE), nomor urut 4 Edi Rusyandi – Unjang Asari (EDUN), dan nomor urut 5 Sundaya – Asep Ilyas (BERDAYA).
Menyikapi hal tersebut, salah satu tokoh pendiri Kabupaten Bandung Barat (KBB) Eman Sulaeman berpendapat, bahwa Bandung Barat ke depan membutuhkan sosok pemimpin yang bisa membawa perubahan ke arah lebih baik. Jangan sampai masyarakat hanya melihat dari sisi popularitas.
“Bagaimana nasib Bandung Barat ke depan, sesungguhnya berada di tangan masyarakat sendiri. Jangan terjebak popularitas tanpa mempertimbangkan elektabilitas. Salah dalam memilih pemimpin, pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan merasakannya,” tandas Eman Sulaeman yang juga Bendahara Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) ini, Senin (7/10/2024).
Ia mengajak kepada masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas. Jangan tergiur oleh politik uang dan popularitas tapi mempertimbangkan sisi religius, etika, kapabilitas, dan intelektualitas dari sosok calon tersebut.
“Harapannya, paling tidak jika orangnya sudah religi atau memiliki dasar agama yang kuat bisa mencegah dirinya dari perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KBB),” sebutnya.
Selain itu, lanjut Eman, seorang calon pemimpin harus memiliki integritas. Seorang pemimpin yang berintegritas berarti memiliki perilaku etis dan moral
“Pemimpin yang memiliki integritas, berarti memegang komitmen dan konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip kebenaran. Itu artinya ketika terpilih akan bisa menjaga komitmennya atau janji politiknya saat kampanye,” tandasnya.
Ia menambahkan, KBB saat ini membutuhkan kapabilitas. Pemimpin yang memiliki kapabilitas berarti orang paham dan ahli akan bidang pekerjaannya.
“Pemimpin yang memiliki kapabilitas sangat dibutuhkan untuk memperbaiki berbagai persoalan,” tandasnya.
Dan terakhir, kata Eman, Bandung Barat membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki intelektualitas. Berkaitan dengan tingkat kecerdasan, wawasan, dan kemampuan analisis seorang pemimpin dalam memahami masalah serta merumuskan solusi yang efektif.
“Bagaimanapun juga aspek intelektualitas menjadi penting karena seorang pemimpin harus mampu berpikir secara strategis dan menyelesaikan masalah yang kompleks,” tandasnya.*





