Susu Ikan Ternyata Sudah Lama Dikembangkan di Indonesia 

Indonesia memiliki potensi laut yang melimpah, pengembangan susu ikan sebagai produk turunan HPI dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.(Pixabay).**

SATUMEDIA.ID – Indonesia merupakan negara maritim. Dengan potensi laut yang melimpah, pengembangan susu ikan sebagai produk turunan hidrolisat protein ikan (HPI) dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Teknologi pengembangan susu ikan ini telah diaplikasikan oleh pihak swasta yakni Yayasan Berikan Protein Initiative. Chief Product and Development Yayasan Berikan Protein Initiative Iwa Sudarmawan menjelaskan, saat ini pihaknya telah mampu memroduksi susu ikan dengan kapasitas hingga 75 ton susu ikan per bulan. Jumlah ini setara dengan 3.750.000 botol dalam kemasan 125ml.

Iwa menegaskan, produk ini tidak ditujukan untuk menggantikan susu sapi, namun sebagai alternatif subsitusi sumber protein.

“Produk ini tidak untuk menggantikan susu sapi, melainkan sebagai alternatif sumber protein, pilihan ditengah ketergantungan dari produk impor. Di Indonesia saat ini susu dan daging masih banyak di supply dari import padahal kita memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian protein nasional dari sumber laut yang melimpah,” ujar Iwa dalam siaran pers BRIN, Senin (14/10/2024).

Menurut Iwa, produk susu ikan ini pertama kali diluncurkan pada Agustus 2023 lalu, dan saat ini sedang dipasarkan secara luas. Inovasi ini menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi sirkular di daerah penghasil ikan.

“Hal ini diharapkan mampu mendukung ekonomi lokal serta memberikan pilihan nutrisi berbasis protein ikan bagi masyarakat luas,” sebutnya.

Belakangan ini, susu ikan menjadi sorotan masyarakat karena diperkirakan akan menjadi bagian dari program Makan Bergizi dan Susu Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah.

Peneliti dari Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ekowati Chasanah, menerangkan bahwa susu ikan yang banyak dibicarakan sebenarnya adalah hidrolisat protein ikan yang dapat larut dalam air. Teknologi ini dihilirkan pada tahun 2022 melalui pendirian miniplan HPI di Indramayu oleh PT Berikan Teknologi, yang kemudian mengembangkan produk susu ikan berbasis HPI.

Ekowati menegaskan bahwa susu ikan tersebut bukanlah susu yang berasal dari kelenjar susu ikan, melainkan hasil proses pemecahan protein ikan menjadi bentuk yang larut dalam air.

“Susu ikan ini merupakan produk hasil pengembangan melalui proses hidrolisis enzimatis yang memecah protein ikan menjadi protein pendek atau peptida serta asam amino bebas, kemudian diformulasikan sehingga menyerupai susu,” jelas Ekowati.

Ia juga menjelaskan bahwa produk ini dapat menjadi alternatif sumber protein bagi masyarakat, terutama anak-anak yang intoleran terhadap laktosa. Produk hidrolisat, yang saat ini dikenal sebagai susu ikan, memiliki berbagai keunggulan. Kandungan proteinnya berkualitas tinggi dengan asam amino esensial yang lengkap, dan protein pendek (peptide) yang mudah diserap oleh tubuh.

Produk ini sangat bermanfaat untuk anak-anak dan orang yang sedang dalam masa pemulihan dan membutuhkan asupan protein yang tinggi.*

 

Pos terkait