SATUMEDIA.ID – Suasana khidmat terasa saat calon Bupati Bandung Barat nomor urut 4, Edi Rusyandi berziarah ke makam salah satu tokoh pendiri Kabupaten Bandung Barat (KBB), Endang Anwar, di Desa Cipada, Kecamatan Cisarua.
Kang Edi panggilan akrab Edi Rusyandi juga bersilaturahmi sekaligus meminta restu dari keluarga almarhum Endang Anwar.
Politisi Partai Golkar ini menaruh hormat kepada para tokoh yang telah mendirikan Bandung Barat sebagai daerah otonom baru. Berkat perjuangan para tokoh inilah lahir KBB.
“Ziarah ke makam pendiri KBB sebagai bentuk penghormatan dari masyarakat kepada para pejuangnya. Bentuk penghargaan kepada para pejuang adalah melanjutkan dan mewujudkan perjuangan mereka,” ucap Edi, Senin (21/10/2024).
Dikatakannya, apa yang menjadi cita-cita pemekaran sama dengan visi dan misi pasangan EDUN (Edi Rusyandi – Unjang Asari). Dimana tujuan dari pembentukan KBB mewujudkan kesejahteraan, pemenuhan layanan dasar, peningkatan kualitas pendidikan, serta perbaikan infrastruktur.
“Sebelum KBB berdiri, Kecamatan Rongga menjadi salah satu daerah paling rendah IPM-nya di Jawa Barat. Begitupun infrastruktur serba tertinggal. Berangkat dari sanalah, para tokoh berjuang mendirikan KBB. Apa yang menjadi cita-cita perjuangan itu sama dengan semangat visi dan misi Paslon EDUN,” tandasnya.
Ia bertekad melanjutkan cita-cita pemekaran Bandung Barat yakni pemerintahan bersih, keadilan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan
“Saya dan Kang Unjang memiliki semangat sama melanjutkan cita-cita para pendiri KBB. Mewujudkan pemerataan pembangunan, menghidupkan perekonomian sehingga tercipta kesejarahan rakyat,” sebutnya.
Di tempat yang sama, Ahmad Sumpena
perwakilan keluarga Endang Anwar, berpesan kepada pasangan EDUN menjalankan tiga pilar perbaikan di Bandung Barat sesuai pesan almarhum.
“Kedatangan Edi Rusyandi yang merupakan calon Bupati Bandung Barat, menjadi kesempatan baik bagi keluarga untuk menyampaikan pesan almarhum semasa masih hidup. Ada tiga pesan yang menjadi perhatian beliau yaitu perbaikan kualitas pendidikan seperti sistem, fasilitas dan kurikulum harus lebih ditingkatkan. Terus kesehatan meliputi pelayanan serta daya beli masyarakat terutama pada wilayah pertanian,” tuturnya.*





